BANJARNEGARA, BERITABERSATU – DPRD Banjarnegara menggelar Rapat Paripurna terkait penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banjarnegara akhir Tahun Anggaran 2025, di Ruang Paripurna, Jumat (27/3/2026).
Rapat tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara selama satu tahun terakhir.
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, memaparkan sejumlah capaian kinerja daerah sepanjang 2025. Salah satu indikator yang disorot adalah penurunan angka kemiskinan sebesar 1,43 persen menjadi 13,78 persen.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan tercatat meningkat menjadi 5,26 persen, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,11 persen.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banjarnegara juga telah masuk dalam kategori tinggi.
Bupati menyampaikan adanya penurunan prevalensi stunting, yang dinilai sebagai modal penting dalam menyiapkan kualitas generasi mendatang. Di bidang tata kelola pemerintahan, indeks reformasi birokrasi meningkat menjadi 86,9 atau naik 3,01 poin.
Adapun realisasi pendapatan daerah mencapai 98,39 persen dari target sebesar Rp2,29 triliun. “Sebagian besar indikator tujuan dan sasaran daerah tahun 2025 menunjukkan tren positif. Kami mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD,” ujar Bupati.
Meski demikian, ia menyoroti persoalan kebencanaan yang masih menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah, kata dia, membutuhkan dukungan legislatif untuk memprioritaskan anggaran penanggulangan bencana dalam perubahan APBD 2026.
Saat ini, terdapat sedikitnya 64 rumah warga di sejumlah wilayah, seperti Pagedongan dan Pagetan, yang perlu segera direlokasi karena kondisi yang tidak layak huni.
“Kami berharap percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak dapat menjadi prioritas pada perubahan anggaran 2026,” kata Amalia.
Ketua DPRD Banjarnegara Slamet, menyampaikan bahwa LKPJ tersebut selanjutnya akan dibahas melalui Panitia Khusus (Pansus) DPRD. Sesuai ketentuan, DPRD akan memberikan rekomendasi paling lambat 30 hari setelah laporan diterima, sebelum disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah.
Rapat paripurna yang berlangsung usai momentum Idul Fitri 1447 Hijriah itu juga diwarnai suasana kebersamaan, dengan saling bermaafan antar pimpinan daerah.
(Arief Ferdianto)