BANJARNEGARA, BERITABERSATU – Kebakaran melanda SMA Negeri 1 Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 05.20 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat ruangan sekolah hangus terbakar.
Empat ruangan yang terdampak masing-masing ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ruang praktik, ruang koperasi, serta satu ruangan kosong. Kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari jalan Karangkobar-Wanayasa.
Berdasarkan keterangan Gilang selaku petugas keamanan sekolah, menyampaikan, kebakaran pertama kali diketahui saat dirinya sedang berjaga di pos satpam. Saat itu, ia melihat kepulan asap hitam disertai kobaran api yang sudah cukup besar dari arah ruang koperasi.
“Sekitar pukul 05.20 WIB saya melihat kepulan asap dan api sudah cukup besar di ruang koperasi yang berada di bagian tengah sekolah. Saya berusaha memadamkan menggunakan sekitar lima tabung APAR, tetapi api tidak berhasil dipadamkan,” kata Gilang.
Karena upaya pemadaman awal tidak berhasil, Gilang kemudian mendatangi pos pemadam kebakaran (Damkar) Karangkobar yang lokasinya tidak jauh dari sekolah.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti langsung oleh petugas Damkar. Warga sekitar bersama relawan, personel TNI, dan kepolisian turut membantu proses pemadaman.
Gilang mengatakan, berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan setelah sekitar dua jam.
Sementara itu, petugas Damkar Pos Karangkobar, Adi, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 05.30 WIB.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 05.30 WIB, sehingga ada keterlambatan sekitar lima menit. Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan tiga bangunan sudah terbakar,” ujar Adi.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, satu unit ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan satu mobil tangki berisi air tambahan turut diterjunkan ke lokasi.
Adi menyebut, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik di ruang koperasi. Banyaknya tumpukan kertas di ruangan tersebut diduga membuat api cepat membesar dan merambat ke ruangan lain.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah memperkirakan kerugian material sementara mencapai sekitar Rp350 juta.
Hingga proses pemadaman selesai, belum ada keterangan mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (**).
(Arief/Beritabersatu)