BERITABERSATU.COM, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai makin serius mempercantik iklim investasinya. Tak ingin investor kapok gara-gara urusan izin yang berbelit-belit, Pemkab Sinjai tancap gas menyederhanakan alur birokrasi demi menciptakan iklim usaha yang cepat, transparan, dan kondusif.
Keseriusan ini ditunjukkan lewat Rapat Koordinasi Pemberian Kemudahan Investasi dan Perizinan Berusaha yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, di Ruang Rapat Sekda Sinjai, Rabu (30/9/2026).
Rakor strategis ini memboyong jajaran pejabat lintas sektor, mulai dari Asisten II Setdakab Sinjai, Kepala Dinas PMPTSP, Dinas Perikanan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa menegaskan, kunci utama untuk menarik minat para penanam modal adalah sinergi antarperangkat daerah. Setiap dinas diminta tak lagi berjalan sendiri-selidiri, melainkan aktif memberikan rekomendasi teknis dan informasi yang cepat serta akurat.
Meski siap memberikan “karpet merah” bagi calon investor, Andi Jefrianto menekankan bahwa fleksibilitas yang diberikan tetap mematuhi koridor hukum dan kepentingan masyarakat lokal.
“Intinya kita ingin memberikan kemudahan, tetapi tanpa melanggar peraturan dan perundang-undangan yang ada. Dalam hal perizinan, prosedur birokrasi yang bisa kita sederhanakan akan kita sederhanakan, sehingga investor merasa nyaman dan aman untuk berusaha di Kabupaten Sinjai,” tegas Andi Jefrianto.
Dalam pertemuan tersebut, setiap dinas teknis turut memaparkan kesiapan dari sisi administratif maupun operasional, khususnya pada sektor-sektor unggulan seperti perikanan, perhubungan, kelestarian lingkungan, hingga perdagangan.
Langkah responsif Pemkab Sinjai ini diharapkan tak berhenti di atas kertas rapat semata, melainkan segera terealisasi menjadi kerja sama nyata. Masuknya investasi baru diproyeksikan bakal memberikan multiplier effect bagi daerah—mulai dari mendongkrak perekonomian lokal, menyerap tenaga kerja, hingga mengoptimalkan potensi sumber daya alam Sinjai agar bernilai jual tinggi. (Adv)