Kencangkan Barisan Spiritual Kader, MDSRA Ansor Pemalang Resmi Dikukuhkan

by Usman
0 comments

BERITABERSATU.COM, Pemalang – Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) PC GP Ansor Kabupaten Pemalang resmi dikukuhkan. Kehadiran MDSRA diharapkan menjadi penguat spiritual kader sekaligus menjaga tradisi keagamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pengukuhan MDSRA PC GP Ansor Kabupaten Pemalang digelar di Aula Pondok Pesantren Salafiyah Pemalang, Jumat (25/9/2026). Acara tersebut dihadiri pengurus GP Ansor Pemalang, MDSRA Jawa Tengah, ketua PAC, Ketua MDSRA se-Kabupaten Pemalang, serta para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama.

Hadir dalam acara tersebut Ketua MDSRA Pimpinan Wilayah Jawa Tengah KH. Adulloh Syafiq Muadz, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pemalang KH. Abu Jauharudin Bahri, Ketua Syuriyah PCNU Kabupaten Pemalang KH. Khusnan Tafsir, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Pemalang, serta jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pemalang.

Pengukuhan ini menjadi langkah strategis PC GP Ansor Pemalang dalam memperkuat pembinaan kader melalui jalur spiritual, intelektual, dan sosial dengan tetap berpegang pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pemalang, Gus Edo, menegaskan bahwa keberadaan MDSRA menjadi bagian penting dalam arah gerakan Ansor Pemalang ke depan.

Menurutnya, MDSRA yang diisi para gawagis pengasuh pondok pesantren dan alumni pesantren memiliki potensi besar dalam memberikan warna spiritual bagi kader Ansor.

“Alhamdulillah, MDSRA Kabupaten Pemalang diisi oleh para gawagis dan alumni pondok pesantren. Kami berharap hadirnya MDSRA mampu menjadi penguat spiritualitas kader sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Gus Edo.

Ia menjelaskan, gerakan Ansor Pemalang saat ini bertumpu pada tiga matra utama, yakni penguatan kapasitas intelektual, spiritual-keagamaan, dan sosial-kebangsaan.

“Tiga matra harus berjalan beriringan. Kader Ansor harus memiliki wawasan luas, spiritualitas kuat, dan kepedulian sosial tinggi. MDSRA menjadi fondasi penting dalam membangun karakter kader,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua MDSRA PW Jawa Tengah KH. Adulloh Syafiq Muadz menekankan pentingnya pembinaan dasar keagamaan bagi kader, terutama dalam aspek ubudiyah dan thaharah.

Menurutnya, penguatan pemahaman ibadah menjadi bekal penting agar kader tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kokoh.

“Materi ubudiyah dan thaharah harus menjadi perhatian utama dalam pembinaan kader. Pemahaman yang baik tentang ibadah dan kesucian akan melahirkan kader yang aktif berorganisasi sekaligus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, MDSRA bukan hanya menjadi ruang berkumpul untuk dzikir dan shalawat, tetapi juga menjadi wadah pendidikan keagamaan yang memperkuat kualitas amaliah kader Ansor.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pemalang, Gus Abu Jauharudin Bahri, memberikan apresiasi atas pengukuhan tersebut. Ia berharap kepengurusan MDSRA mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik dan menghadirkan program yang memberikan dampak positif bagi umat.

“MDSRA memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama sekaligus membentuk karakter kader melalui pembinaan spiritual yang berkelanjutan,” ungkapnya

Hal senada disampaikan Ketua Syuriyah PCNU Kabupaten Pemalang, KH. Khusnan Tafsir. Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah masyarakat.

Menurutnya, kesinambungan tersebut dapat dijaga melalui kegiatan keagamaan yang rutin, seperti dzikir, shalawat, serta pembelajaran dan penguatan pemahaman keagamaan.

“Amaliah Ahlussunnah wal Jamaah harus terus dijaga dan dilestarikan. Salah satunya melalui kegiatan dzikir, shalawat, serta pembelajaran keagamaan yang dilakukan secara berkesinambungan,” tandasnya.

Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Selain prosesi pelantikan pengurus, kegiatan juga diisi dengan pembinaan organisasi, tausiyah keagamaan, dan doa bersama.

(Daeng)

You may also like