BERITABERSATU.COM,Pemalang – Bursa kursi Wakil Bupati Pemalang mulai memanas. Di tengah perubahan peta pemerintahan pasca OTT KPK yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, sejumlah nama mulai mencuat. Salah satunya Wakil Ketua DPRD Pemalang dari Fraksi Golkar, Aris Ismail
Namun, nama yang mulai digadang-gadang itu justru buru-buru menepis spekulasi. Politikus Golkar itu menegaskan dirinya tidak berminat maju mengisi kursi Wakil Bupati Pemalang.
“Saya mengapresiasi adanya usulan atau pandangan dari masyarakat maupun berbagai pihak yang menilai saya memiliki kapasitas untuk mengisi posisi Wakil Bupati. Tetapi, secara pribadi saya belum menginginkan untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Pemalang,” ujar Aris dalam keterangan persnya, Sabtu (8/8/2026).
Aris juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang telah mengangkat isu pengisian jabatan Wakil Bupati sehingga menjadi perhatian publik.
Menurutnya, dirinya saat ini memilih tetap fokus menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang. Ia tidak ingin larut dalam spekulasi mengenai perebutan kursi orang nomor dua di Pemalang.
“Saya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kita serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum dan menghormati proses yang ada,” katanya.
Tak Mau Masuk Bursa
Aris menegaskan, persoalan pengisian kursi Wakil Bupati bukan sesuatu yang bisa diputuskan hanya berdasarkan isu atau dorongan personal. Ada mekanisme politik dan aturan perundang-undangan yang harus dijalankan.
“Untuk persoalan pengisian Wakil Bupati, tentu ada mekanisme dan aturan yang harus dijalankan. Saya tidak ingin masuk dalam bursa tersebut. Saya tetap fokus menjalankan tugas saya sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang,” tegasnya.
Ia menilai, dalam situasi pemerintahan Pemalang saat ini, yang lebih penting adalah memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Dengan sikap tersebut, Aris secara terbuka menarik diri dari spekulasi pencalonan Wakil Bupati Pemalang.
Serahkan ke Mekanisme Partai
Meski menolak maju secara pribadi, Aris menegaskan posisinya sebagai kader Partai Golkar tetap berada dalam koridor keputusan organisasi.
Ia menyatakan akan menghormati setiap keputusan dan arahan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pemalang.
“Apapun keputusan organisasi nantinya saya hormati dan melaksanakan sesuai mekanisme serta ketentuan internal partai,” ungkapnya.
Kini, setelah Aris menyatakan tak berminat maju, perhatian kembali tertuju pada siapa nama yang akan didorong dan bagaimana mekanisme pengisian kursi Wakil Bupati Pemalang di tengah dinamika politik dan pemerintahan yang masih bergulir.(*)