BERITABERSATU.COM, BONE – Dewan Pengawas Perumda Air Minum Wae Manurung Kabupaten Bone, Andi Promal Pawi, mengaku tidak mengetahui adanya dugaan penjualan aset perusahaan berupa satu unit mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi DW 1019 EB yang disebut-sebut sudah tidak berada lagi di lingkungan kantor Perumda Air Minum Wae Manurung Bone.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Promal Pawi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Kantor Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, Senin (8/6/2026).
Menurut Andi Promal, hingga saat ini dirinya tidak pernah menerima informasi maupun penyampaian resmi dari pihak perusahaan terkait adanya penjualan aset milik Perumda Air Minum Wae Manurung Bone.
“Saya tidak pernah menerima penyampaian resmi dari perusahaan terkait adanya aset yang dijual. Saya juga tidak tahu adanya masalah ini,” ujar Andi Promal.
Ia menjelaskan, dalam berbagai komunikasi internal perusahaan, termasuk melalui grup WhatsApp Perumda, tidak pernah ada pembahasan mengenai dugaan penjualan aset tersebut.
“Di grup WhatsApp Perumda sendiri tidak pernah ada pembahasan terkait hal itu. Saya baru mengetahui informasi ini setelah pemberitaannya muncul di media,” katanya.
Meski demikian, Andi Promal memilih untuk tidak memberikan kesimpulan lebih jauh terkait persoalan tersebut. Ia mengaku masih menunggu informasi yang lengkap dan resmi sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut.
“Saya memilih berhati-hati dalam menanggapi persoalan ini. Saya belum mengetahui secara pasti duduk permasalahannya,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, satu unit mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi DW 1019 EB yang tercatat sebagai aset Perumda Air Minum Wae Manurung Bone dikabarkan sudah tidak berada lagi di kantor perusahaan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa kendaraan tersebut telah dijual.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak manajemen Perumda Air Minum Wae Manurung Bone.
Dirut Perumda Bone yang telah di periksa oleh Kejaksaan, berupaya untuk di konfirmasi, namun hingga saat ini belum ada tanggapan. (SW)