BERITABERSATU.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember resmi mengambil langkah “pasang badan” untuk melindungi masa depan pertanian daerah. Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menegaskan bahwa ratusan hektar lahan produktif kini berstatus “Sawah Abadi” dan tidak boleh disentuh oleh beton pembangunan.
Pernyataan berani ini disampaikan Gus Fawait usai menjalani perawatan medis di RSD dr. Soebandi, Kamis (23/4/2026). Meski baru saja pulih, semangatnya untuk menjaga kedaulatan pangan Jember tampak tak surut sedikit pun.
Gus Fawait mengungkapkan bahwa lebih dari 300 hektar lahan kini telah masuk dalam peta resmi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Secara hukum dan administrasi, status lahan ini telah “dikunci” rapat.
“LP2B lebih dari 300 hektar yang kami masukkan itu sudah dikunci. Siapa pun tidak akan bisa merubah tanah tersebut menjadi lahan lain, kecuali tetap untuk kepentingan pangan,” tegas Gus Fawait dengan nada bicara mantap.
Langkah ini bukan sekadar gertakan. Gus Fawait memastikan bahwa kebijakan ini telah mendapat “lampu hijau” dan dukungan penuh dari Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, saat kunjungan kerjanya ke Jember beberapa waktu lalu.
Bupati muda ini menyadari bahwa ancaman alih fungsi lahan menjadi pemukiman atau industri seringkali menghantui para petani. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinannya, ia menjamin tidak akan ada celah bagi pengembang untuk mencaplok lahan strategis tersebut.
“Maka tidak perlu khawatir untuk LP2B di era saya. Saya pastikan, yang betul-betul masuk peta LP2B, statusnya tidak akan beralih fungsi,” pungkasnya. (Tahrir)