Beritabersatu.com, Jakarta – Perkembangan teknologi digital semakin mengubah cara penghuni perumahan, apartemen, dan komunitas residensial mengelola kehidupan sehari-hari. Platform berbasis aplikasi kini hadir sebagai solusi smart living yang menyederhanakan pembayaran tagihan, pengelolaan iuran lingkungan (IPL), penyampaian informasi, serta penanganan pengaduan secara lebih cepat dan transparan.
Dukungan infrastruktur digital nasional yang semakin kuat menjadi fondasi utama transformasi ini. Penetrasi internet di Indonesia mencapai 79,5 persen pada 2024 dan 80,66 persen pada 2025 menurut data APJII. Sementara itu, survei Jakpat pada paruh pertama 2024 terhadap lebih dari 2.000 responden menunjukkan 93 persen masyarakat telah melakukan pembayaran secara digital, dengan 66 persen di antaranya menggunakan e-wallet untuk membayar tagihan
rutin.
Kemudahan Pembayaran Tagihan dan IPL
Salah satu tantangan utama pengelolaan hunian adalah proses pembayaran iuran dan tagihan yang sering kali masih manual. Platform resident management modern memungkinkan penghuni membayar IPL, listrik, air, parkir, dan biaya fasilitas lainnya melalui aplikasi mobile dengan notifikasi real-time dan pilihan metode pembayaran yang beragam, termasuk Virtual Account dan QRIS.
Pada 2023, salah satu platform di ekosistem perbankan nasional mencatat hampir 9.000 pengguna terdaftar dengan lebih dari 16.000 transaksi bernilai Rp7,458 miliar. Angka ini tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan peningkatan minat penghuni terhadap solusi digital yang praktis.
Notifikasi dan Pengaduan yang Lebih Responsif
Selain pembayaran, platform ini juga memfasilitasi komunikasi dua arah antara penghuni dan pengelola. Informasi penting seperti pengumuman kegiatan, peraturan lingkungan, atau pemberitahuan darurat dapat disebarkan secara instan. Penghuni pun dapat menyampaikan pengaduan atau laporan kerusakan fasilitas melalui fitur yang dilengkapi status tracking,
sehingga proses penanganan menjadi lebih terpantau dan efisien.
Benchmark global menunjukkan tren serupa. Survei AppFolio tahun 2024 mengungkap bahwa 75 persen penyewa apartemen (renter) multifamily di Amerika Serikat menganggap portal atau aplikasi resident sangat penting, meski baru 60 persen yang menyatakan fitur tersebut tersedia di properti mereka. Generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial, yang mendominasi pengguna internet di Indonesia, menjadi kelompok paling responsif terhadap fitur-fitur ini.
Potensi dan Tantangan Adopsi
Di Indonesia, apartemen cenderung lebih cepat mengadopsi solusi digital dibandingkan perumahan cluster atau gated community, meski produk yang relevan sudah tersedia untuk berbagai tipe hunian. Platform seperti ini membantu mengurangi tunggakan iuran, meningkatkan transparansi, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas.
Namun, adopsi secara nasional masih menghadapi tantangan. Meski kesiapan digital sudah tinggi, gap antara ketersediaan fitur dan penggunaan aktif masih terlihat, baik di Indonesia maupun di pasar global. Fitur pembayaran dan notifikasi relatif lebih mudah diterima, sementara pengaduan dan permintaan perbaikan sering kali memerlukan pendekatan hybrid antara digital dan interaksi langsung dengan pengelola.
Platform digital hunian yang baik dirancang dengan antarmuka yang intuitif, keamanan berstandar tinggi, serta kompatibel dengan perangkat Android maupun iOS. Bagi pengelola, solusi ini dapat mengoptimalkan operasional tanpa biaya tambahan yang signifikan, sekaligus meningkatkan kepuasan penghuni.
Dengan tren smart living yang terus berkembang, platform semacam ini diharapkan dapat menjadi bagian integral dari hunian modern di Indonesia, membuat kehidupan penghuni lebih nyaman, terhubung, dan efisien.
Informasi lebih lanjut mengenai platform ini dapat diakses melalui balé community. Aplikasi mobile juga tersedia untuk diunduh di App Store dan Google Play. (**)