BERITABERSATU.COM, SINJAI – Kabupaten Sinjai bersiap menjadi salah satu pilar utama penopang swasembada bawang putih nasional. Wilayah Sinjai Barat kini tengah dilirik oleh investor raksasa asal China, Jingxin Agricultural Group, yang berkolaborasi dengan PT Firmansyah Khatulistiwa Group untuk mengembangkan proyek hilirisasi bawang putih berbasis teknologi.
Rencana strategis ini dibahas langsung dalam pertemuan resmi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dengan jajaran investor di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Selasa (28/7/2026) malam.
Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif bersama Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda menyambut langsung rombongan yang dipimpin oleh CEO PT Firmansyah Khatulistiwa Group, Dr. H. Hendra Firmansyah, dan CEO Jingxin Agricultural Group, Mr. Yang Jianjang.
CEO PT Firmansyah Khatulistiwa Group, Dr. H. Hendra Firmansyah menjelaskan bahwa pihaknya mendapat penugasan langsung dari Kementerian Pertanian untuk mendukung program hilirisasi swasembada bawang putih. Dari sekian banyak wilayah di Sulawesi, Sinjai terpilih menjadi satu dari lima daerah yang dinilai paling potensial.
Bukan tanpa alasan, hasil survei awal menunjukkan kawasan Sinjai Barat memiliki karakteristik alam yang sangat ideal untuk budidaya komoditas ini.
“Setelah melakukan survei awal, kami menilai kawasan Sinjai Barat memenuhi semua syarat untuk pengembangan bawang putih, mulai dari ketinggian wilayah, suhu udara, hingga intensitas pencahayaan,” ungkap Hendra.
Sebagai tindak lanjut, tim investor dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi di Sinjai Barat guna memastikan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang akan dilibatkan dalam program ini.
Secara keseluruhan, PT Firmansyah Khatulistiwa Group mendapat mandat untuk mengembangkan sekitar 2.000 hektare lahan bawang putih di Sulawesi Selatan. Langkah ini diperkuat dengan menggandeng Jingxin Agricultural Group, yang merupakan salah satu perusahaan bawang putih terbesar di Negeri Tirai Bambu.
“Harapan kami, penanaman serentak dapat dimulai pada September 2026 mendatang sesuai dengan target yang ditetapkan Kementerian Pertanian,” tambah Hendra.
Rencana investasi kakap ini disambut hangat oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif. Menurutnya, program hilirisasi ini menjadi peluang emas bagi Sinjai untuk mendongkrak kesejahteraan petani lokal melalui pemanfaatan teknologi modern.
“Kami menyambut baik kehadiran para investor. Program hilirisasi bawang putih ini menjadi peluang besar bagi Kabupaten Sinjai untuk meningkatkan kesejahteraan petani kita,” ujar Ratnawati.
Ia berharap kolaborasi segitiga antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat ini mampu melahirkan komoditas bawang putih lokal yang berdaya saing tinggi hingga mampu menembus pasar ekspor. Tak hanya itu, bupati perempuan ini juga berharap adopsi teknologi dari China ini nantinya bisa menular ke komoditas pertanian lainnya.
“Ke depan, kami berharap tidak hanya bawang putih yang berkembang, tetapi juga komoditas hortikultura lainnya melalui penerapan teknologi dan peningkatan kapasitas petani,” pungkasnya.
Dalam pertemuan strategis tersebut, turut hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati antara lain Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan H. Kamaruddin, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan H. Andi Himawan Saleh Asapa, serta Kepala Bappeda Haerani Dahlan. (Adv)