Beritabersatu.com, Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar memperluas kerja sama antar daerah dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kali ini, kerja sama diarahkan pada pengendalian inflasi daerah, khususnya untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan strategis.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M. bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep di Pendopo Agung Kabupaten Sumenep, Kamis (17/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Rijanto menegaskan bahwa Kabupaten Blitar memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang dapat diperkuat melalui kerja sama perdagangan antar daerah.
Salah satu komoditas yang menjadi unggulan adalah telur ayam ras. Blitar disebut memiliki lebih dari 4.000 peternak rakyat dengan produksi telur mencapai sekitar 721 ton setiap hari.
“Potensi inilah yang ingin terus kami kembangkan melalui kolaborasi dan kerja sama antar daerah,” kata Rijanto.
Menurutnya, kerja sama dengan Sumenep diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Kesepakatan tersebut harus diterjemahkan dalam program konkret yang mampu memperkuat rantai pasok pangan sekaligus membuka pasar bagi produk peternakan Blitar.
Rijanto menilai Sumenep memiliki karakteristik wilayah yang membutuhkan penguatan distribusi pangan. Kabupaten tersebut memiliki banyak pulau sehingga kelancaran pasokan dan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan serta stabilitas harga.
“Kami berharap kerja sama dengan Kabupaten Sumenep dapat membuka peluang penguatan pasokan dan distribusi komoditas pangan strategis, termasuk melalui sinergi BUMD dan SPPG,” ujarnya.
Dia berharap kolaborasi tersebut dapat menciptakan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan. Di satu sisi, kebutuhan pangan Sumenep dapat terpenuhi dengan pasokan dari daerah sentra produksi, sementara petani dan peternak Blitar memperoleh kepastian pasar.
Rijanto menambahkan, pengendalian inflasi pangan membutuhkan kerja sama lintas daerah. Tidak hanya terkait perdagangan, tetapi juga pertukaran data dan informasi, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, hingga pemantauan dan evaluasi bersama.
“Kami berharap kerja sama antar daerah ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar dapat diwujudkan dalam program yang konkret, saling menguntungkan, memperluas pasar, memperkuat rantai pasok, serta memberikan kepastian dan manfaat bagi petani, peternak, pelaku usaha dan masyarakat,” tegasnya.
Kerja sama dengan Sumenep juga menjadi bagian dari langkah Pemkab Blitar memperluas jejaring dengan daerah lain. Sebelumnya, Pemkab Blitar telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Ternate, terutama dalam pemenuhan komoditas pangan strategis.
Rijanto berharap sinergi Blitar dan Sumenep ke depan mampu memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari terjaminnya ketersediaan pangan, stabilitas harga, terjaganya daya beli hingga penguatan perekonomian daerah.
“Semoga kerja sama ini membawa manfaat nyata bagi kedua daerah; pangan semakin tersedia, harga semakin stabil, daya beli masyarakat terjaga, perekonomian daerah semakin kuat, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.**