Sepuluh Hari Lalu Gunung Tembok Terbakar Kini Terulang Lagi, BPBD Jember Sigap Padamkan Api

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JEMBER — Musibah kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Gunung Trianggulasi atau Gunung Tembok, Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas. Dalam 10 hari terakhir tercatat 2 kali kejadian, yakni pada Jumat 29 Agustus 2026 dan Minggu 06 September 2026 malam.

Kebakaran terakhir dilaporkan terjadi pada Minggu, 06 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Laporan diterima Pusdalops BPBD pada pukul 18.30 WIB, dan api baru berhasil dipadamkan pada Senin, 07 September 2026 pukul 02.30 WIB.

Camat Gumukmas Dannie Allcholin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya saat ini wilayah Jember memasuki musim kemarau dengan kondisi angin yang cukup kencang.Senin, (07/09/26).

“Masyarakat kami imbau agar berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Lakukan juga siskamling di sekitar Gunung Trianggulasi serta menjaga rumah, harta benda, dan keselamatan diri maupun anggota keluarga dan lingkungan,” tegas Dannie.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Edy Budi Susilo mengungkapkan kronologi kejadiannya.Pada Minggu 06 September 2026 pukul 14.00 WIB warga melihat kepulan asap di Gunung Trianggulasi dengan penyebab belum diketahui. Pukul 14.15 WIB api mulai membesar dan warga bersama Babinsa serta relawan melakukan pemadaman secara manual.

Karena angin yang lumayan kencang, api cepat merambat. Pukul 18.30 WIB Muspika Gumukmas menghubungi Pusdalops BPBD dan Tim Damkar tiba di lokasi melakukan penyemprotan. Namun upaya pemadaman terkendala angin.

Pukul 23.40 WIB Tim BPBD Jember menuju lokasi.Gabungan Tim BPBD, Damkar, TNI, Polri, relawan dan warga kembali melakukan pemadaman manual dan penyemprotan. Asesmen dan dokumentasi juga dilakukan.Akhirnya pada Senin 07 September 2026 pukul 02.30 WIB api berhasil dipadamkan.

Dampak dari kebakaran ini sekitar 1 Hektar luasan lahan milik warga Rt 02 RW 11 Dusun Krajan yang terbakar. Selain itu bambu, dedaunan kering dan ilalang juga ikut terbakar.

Hingga Senin pagi, kondisi di lokasi dinyatakan aman, api sudah padam, dan situasi kondusif. Sebagai rekomendasi, Edy Budi Susilo meminta warga lebih waspada saat melakukan pembakaran di tengah angin kencang. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area kering, semak, dan pinggir jalan.

“Musim kemarau rawan kebakaran. Sekali lengah bisa merugikan banyak orang. Mari kita jaga bersama,” pungkasnya. (Tahrir)

You may also like