BERITABERSATU.COM, Pemalang – Nama Putri Ambarwati kembali bikin heboh. Setelah sempat ramai diperbincangkan warganet dalam pemberitaan terkait OTT KPK yang menyeret Bupati Pemalang nonaktif Anom Widiyantoro, kini Putri kembali mencuri perhatian.
Kali ini, ia memilih masuk ke arena demokrasi desa dengan maju sebagai bakal calon Kepala Desa Cibiyuk,Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, dalam Pilkades Serentak 2026.
Kemunculannya sontak membuat kontestasi Pilkades Cibiyuk semakin menarik perhatian.
Dengan mengusung tagline “AMBAR”, Putri datang membawa identitas politik yang merupakan akronim dari Aman, Maju, Bahagia, Amanah, dan Religius.
Tagline AMBAR menjadi simbol perjuangan yang dibawa Putri untuk meyakinkan masyarakat Cibiyuk dan merebut kepercayaan warga dalam perebutan kursi Kepala Desa. Namun, jalan Putri menuju kursi orang nomor satu di Desa Cibiyuk dipastikan tak akan mulus.
Ia harus berhadapan dengan empat bakal calon lainnya, yakni Wahadi, Sukirno Hadi Wibowo, Agus Widodo, dan Tenti Herawati. Lima nama sudah muncul. Lima figur siap bertarung. Satu kursi menjadi rebutan.
Kehadiran Putri Ambarwati membuat peta persaingan semakin berwarna. Dengan membawa tagline AMBAR dan konsep perjuangan 5 M, ia menyatakan datang bukan sekadar untuk meramaikan kontestasi. Dirinya mengaku memiliki tekad membawa semangat perubahan bagi Desa Cibiyuk.
“Saya maju bukan sekadar untuk ikut meramaikan Pilkades. Saya ingin membawa semangat perubahan dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Desa Cibiyuk,” ujar Putri Ambarwati.
Persaingan lima kandidat ini dipastikan tidak bisa dianggap enteng. Masing-masing bakal calon memiliki peluang, kekuatan, hingga basis dukungan yang berbeda.
Adu popularitas pun berpotensi terjadi seiring dengan semakin dekatnya tahapan Pilkades. Namun, dirinya mengaku tak gentar.
“Pilkades adalah ruang demokrasi. Siapa pun yang maju tentu memiliki niat dan tujuan untuk membangun desa. Saya menghormati seluruh bakal calon, tetapi saya juga punya keyakinan dan semangat untuk berjuang,” tegasnya.
Bagi Putri, Pilkades bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kontestasi tersebut, menurutnya, harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan arah masa depan desa.
Ia menilai pemimpin desa harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya muncul ketika membutuhkan dukungan politik.
“Desa ini harus bergerak bersama. Pemerintah desa tidak boleh berjalan sendiri. Masyarakat harus dilibatkan, didengar, dan menjadi bagian dari pembangunan,” ungkapnya.
Munculnya lima bakal calon membuat peta persaingan Pilkades Cibiyuk diprediksi semakin sengit. Pertarungan menuju kursi Kepala Desa tak lagi sekadar ditentukan oleh seberapa populer seorang kandidat.
Adu gagasan, rekam jejak, strategi, hingga kemampuan membangun kepercayaan masyarakat akan menjadi penentu dalam kontestasi tersebut.
Kini, Putri Ambarwati resmi masuk dalam pusaran persaingan. Dengan membawa tagline AMBAR—Aman, Maju, Bahagia, Amanah, dan Religius—serta konsep perjuangan 5 M, Putri menyatakan siap menghadapi empat bakal calon lainnya.
“Saya siap mengikuti seluruh proses dan bersaing secara baik. Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana menyampaikan gagasan dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Cibiyuk,” ujar Putri.
Di arena persaingan kini telah berdiri lima nama, yakni Wahadi, Sukirno Hadi Wibowo, Agus Widodo, Tenti Herawati, dan Putri Ambarwati. Lima kandidat. Satu kursi Kepala Desa. Adu gagasan mulai terbuka, strategi disiapkan, dan dukungan masyarakat perlahan bergerak.
Di tengah persaingan lima bakal calon tersebut, kemunculan Putri Ambarwati menjadi warna baru yang membuat kontestasi Pilkades Cibiyuk semakin ramai diperbincangkan.
“Saya datang dengan niat untuk berjuang. Selebihnya, masyarakat yang akan menilai dan menentukan pilihan,” tandasnya.(*)