Gandeng Komite Sekolah, Disdik Sinjai Bakal Sosialisasi Kebijakan Label Ompreng Makan Gratis

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, bersiap turun langsung ke sekolah-sekolah mulai pekan depan. Langkah tegas ini diambil demi mengawal pelaksanaan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan secara maksimal dan transparan.

Langkah sosialisasi dan pengawasan intensif ini membedah instruksi resmi BGN nomor S-20/06.04/VIII/2026 tertanggal 8 Agustus 2026. Dalam edaran tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, diwajibkan menyertakan label sekaligus segel pada setiap ompreng makanan yang didistribusikan kepada para siswa.

Label yang ditempelkan di bagian penutup ompreng tersebut sangat krusial karena memuat informasi penting, seperti Kandungan gizi dari menu makanan yang disajikan, Batas akhir waktu (jam) aman dikonsumsi untuk mencegah keracunan atau makanan basi, serta Imbauan larangan membawa pulang makanan MBG.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan kebijakan ini belum sepenuhnya diterapkan secara ideal oleh SPPG di Kabupaten Sinjai. Banyak sekolah yang masih mendapati praktik pengisian label secara massal—hanya menempelkan satu label sampel untuk seluruh ompreng dalam satu kelompok.

“Aturannya sudah sangat jelas, instruksi dari Kepala BGN sudah ada. Namun kondisi di lapangan masih belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai standar,” ujar Irwan Suaib, Sabtu (22/8/2026).

Menanggapi ketidaksesuaian tersebut, Disdik Sinjai bergerak cepat. Mulai pekan depan, sosialisasi tak hanya menyasar pihak sekolah, tetapi juga bakal melibatkan Komite Sekolah dan orang tua murid. Pelibatan ini dilakukan agar program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto ini berjalan tanpa kendala dan tepat sasaran.

Irwan berharap, keterlibatan aktif semua pihak dapat menjadi fungsi kontrol sosial yang efektif demi keselamatan dan gizi anak-anak di Sinjai.

“Kita berharap ke depan seluruh SPPG disiplin menempelkan detail menu gizi dan batas waktu konsumsi di tiap ompreng. Sekolah dan orang tua siswa pun harus paham tujuannya, sehingga mereka bisa ikut mengawal dan memastikan program ini terlaksana dengan baik,” tegas Irwan. (**)

You may also like