Puluhan Ribu Massa di Jember Gelar Aksi Damai Dukung Program Makan Bergizi Gratis

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JEMBER — Puluhan ribu warga di Kabupaten Jember yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi damai untuk memberikan dukungan sekaligus mengawal pelaksanaan program strategis pemerintah, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan yang berlangsung tertib ini diawali dengan long march dari kawasan Double Way Universitas Jember menuju Gedung DPRD Kabupaten Jember pada hari Sabtu, 20 Juni 2026.

Dalam perjalanan maupun di halaman gedung DPRD, massa membentangkan berbagai spanduk dan poster bertuliskan dukungan, antara lain “Program MBG Lanjutkan”, “MBG Program Nyata”, “MBG Menyehatkan Anak Bangsa”, “MBG Menyejahterakan Petani”, serta penegasan sikap “Anti MBG Penghianat Bangsa”.

Selain menggelar orasi damai, perwakilan massa juga melaksanakan audiensi dengan pimpinan DPRD dan sejumlah fraksi. Aksi ditutup dengan penandatanganan kesepahaman bersama sebagai wujud dukungan dan komitmen mengawal keberlangsungan program tersebut.

Koordinator Lapangan aksi, Agus Nur Yasin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengawal program strategis pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dilantik tahun 2025 telah mencanangkan delapan poin Asta Cita, salah satunya membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Dari kerangka tersebut lahirlah program prioritas nasional seperti MBG, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat (SR).

Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sebanyak 27.820 Sentra Penyediaan dan Pengolahan Gizi (SPPG) telah beroperasi, menyerap 1.391.000 tenaga kerja, serta menjangkau lebih dari 62,4 juta penerima manfaat meliputi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini juga menggerakkan perekonomian pedesaan, memberi dampak langsung bagi petani pangan, buah, sayur, peternak, dan pelaku usaha lokal.

Sementara itu, KDMP telah terbentuk sebanyak 83.762 unit dengan lebih dari 1.000 unit sudah beroperasi dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja, serta berpotensi membuka hingga 500.000 lapangan kerja baru. Adapun Sekolah Rakyat telah meresmikan 166 unit sekolah yang menjangkau 45.000 siswa dari keluarga kurang mampu dengan target mencapai 500 unit pada tahun 2029.

Agus Nur Yasin menjelaskan bahwa program-program tersebut telah memberikan manfaat nyata, antara lain membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan kelaparan, mencegah stunting, menggerakkan ekonomi desa, serta memberikan akses pendidikan bagi anak kurang mampu sebagai persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui pernyataan sikapnya, FMJM menyampaikan delapan poin aspirasi: mendukung dan mengawal pelaksanaan MBG, KDMP, dan Sekolah Rakyat, mendesak Presiden dan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh serta perbaikan tata kelola yang transparan, mengecam keras segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, dan upaya adu domba, mendukung keberlanjutan program strategis nasional, menyatakan kesiapan mendampingi pemerintah memutus rantai kemiskinan, mendukung aparat penegak hukum menindak tegas gangguan stabilitas, serta menegaskan bahwa masyarakat siap mendukung Presiden Prabowo mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sesuai konstitusi.

Ketua DPRD Kabupaten Jember, Ahmad Halim, menerima aspirasi tersebut dan mengapresiasi partisipasi masyarakat yang konstruktif. “Mereka mendukung program, namun juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan perbaikan agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masukan tersebut akan dibahas bersama pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan, mengingat program ini berperan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian daerah. (Tahrir)

You may also like