BERITABERSATU.COM, JEMBER — Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) tepatnya di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, pada Senin (25/05/2026).
Dalam kunjungan ini, ia didampingi oleh jajaran personel TNI Angkatan Laut dan perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk meninjau langsung kondisi kawasan pesisir di pantai selatan tersebut.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengkaji lebih dalam berbagai potensi yang dimiliki wilayah pesisir selatan Jember sekaligus mengevaluasi berbagai kegiatan ekonomi yang berlangsung di sana.
“Saya bersama jajaran TNI AL berkolaborasi untuk melihat dan mengkaji langsung potensi yang dimiliki wilayah pesisir selatan Jember. Seperti yang kita ketahui bersama, wilayah pinggir pantai menjadi salah satu titik konsentrasi kemiskinan yang cukup tinggi di Kabupaten Jember. Bahkan bisa dikatakan, kawasan ini menjadi salah satu sentra kemiskinan terbesar di daerah kita,” ujar Gus Fawait saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi.
Saat melakukan pengecekan dan pengamatan langsung, Bupati Jember mengaku terkejut ketika menemukan fakta bahwa di sepanjang garis pantai terdapat banyak sekali lahan tambak udang yang beroperasi, namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, sebagian besar dari kegiatan tersebut ternyata tidak memiliki perizinan resmi yang sah.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dianggap sebagai sebuah ironi: di wilayah yang menjadi titik kemiskinan, justru banyak kegiatan ekonomi yang berjalan, namun nyatanya kegiatan tersebut tidak memberikan dampak atau manfaat yang signifikan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.
“Ini menjadi hal yang sangat ironis. Di satu sisi wilayah ini dikenal sebagai daerah dengan angka kemiskinan tinggi, namun di sisi lain ada banyak sekali kegiatan usaha, khususnya pengelolaan tambak udang, yang berjalan cukup besar skalanya. Tapi yang menjadi pertanyaan besar kita semua, mengapa kegiatan tersebut justru tidak berdampak langsung bagi masyarakat di sekitarnya? Inilah yang perlu kita evaluasi secara bersama-sama, dan tentu saja kita akan berkoordinasi serta berdiskusi dengan berbagai pihak, baik itu pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, untuk menemukan solusi terbaiknya,” tegasnya.
Gus Fawait menegaskan, setiap kegiatan ekonomi yang berlangsung di wilayah Kabupaten Jember, khususnya di kawasan pesisir, wajib memberikan dampak positif dan berkontribusi langsung dalam upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan warga.
Apabila kegiatan usaha yang berjalan justru tidak mampu membawa perbaikan kondisi hidup masyarakat, maka perlu dikaji lebih mendalam, salah satunya adalah kemungkinan adanya pelanggaran aturan atau tidak terpenuhinya persyaratan hukum, seperti halnya tidak memiliki izin operasional.
“Kalau kegiatan pengelolaan tambak udang ini memang dijalankan dengan benar, sesuai aturan dan memiliki izin yang lengkap, seharusnya kegiatan ini sudah mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi yang kuat dan bisa mengentaskan kemiskinan di wilayah ini. Tapi kenyataannya belum terlihat dampak tersebut, dan setelah dicek ternyata banyak di antaranya yang tidak memiliki izin. Hal inilah yang akan kita dalami dan selidiki lebih lanjut secara mendalam. Harapan kita tentu saja, seluruh kegiatan yang ada nantinya bisa berjalan tertib dan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” tambahnya.
Dalam peninjauan kali ini, Gus Fawait juga menyampaikan bahwa ia baru mengetahui banyak hal baru terkait kekayaan dan potensi wilayah pesisir Jember yang membentang dari wilayah Kecamatan Kencong hingga Kecamatan Ambulu. Menurutnya, potensi yang ada di sepanjang garis pantai tersebut sangat luar biasa dan masih banyak yang belum tergarap secara maksimal.
“Selama peninjauan ini, saya baru mengetahui bahwa di sepanjang pantai selatan kita memiliki banyak gugusan pulau-pulau yang keindahannya sangat luar biasa dan sangat layak untuk dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata. Selain itu, potensi sumber daya alam dan hasil laut seperti ikan dan biota laut lainnya juga sangat melimpah dan berkualitas tinggi. Inilah kekayaan yang akan kita garap dan kembangkan secara bertahap di masa mendatang,” ungkapnya antusias.
Lebih jauh ia menjelaskan, panjang garis pantai yang dimiliki Kabupaten Jember menempati posisi kedua terpanjang di wilayah Provinsi Jawa Timur. Dengan panjang garis pantai tersebut, tentu saja beragam potensi ekonomi, pariwisata, dan sumber daya alam yang tersimpan di dalamnya sangat besar nilainya.
Hal ini semakin diperkuat dengan rencana pembangunan Jalur Lintas Selatan yang akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 ini. Pembangunan jalan strategis ini direncanakan akan diselesaikan dengan total anggaran yang mencapai angka 3 triliun rupiah.
“Pembangunan Jalur Lintas Selatan ini akan menjadi kunci pembuka dan penggerak pembangunan di wilayah selatan kita. Ketika jalan ini nanti selesai dibangun dan bisa dilalui dengan lancar, maka akses menuju kawasan pesisir akan semakin mudah dan cepat. Dampaknya, sektor pariwisata akan semakin berkembang pesat, hasil bumi dan laut akan semakin mudah didistribusikan, dan tentu saja kesejahteraan para nelayan serta masyarakat pesisir akan meningkat secara signifikan,” jelas Gus Fawait.
Untuk menangani berbagai permasalahan sekaligus mengembangkan potensi wilayah pesisir selatan secara terarah dan terukur, Pemerintah Kabupaten Jember berencana untuk segera membentuk tim kerja gabungan khusus. Tim ini akan beranggotakan perwakilan dari berbagai instansi dan pihak terkait, dengan tugas utama untuk menyusun langkah, program, dan strategi terpadu guna mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah pinggir pantai. Wilayah kerja tim ini akan mencakup seluruh kawasan pesisir yang membentang mulai dari Kecamatan Kencong hingga Kecamatan Ambulu.
Selain itu, kerja sama dan kolaborasi dengan pihak TNI Angkatan Laut akan terus diperkuat dan ditingkatkan di masa mendatang. Kehadiran TNI AL di wilayah perairan Jember diharapkan mampu menjamin rasa aman dan ketertiban bagi seluruh nelayan saat melakukan aktivitas melaut, serta menjadi jaminan bahwa aturan dan hukum ditegakkan secara tegas dan adil bagi seluruh warga masyarakat maupun pihak yang berusaha di wilayah tersebut.
“Kedepan kerja sama kita dengan TNI AL akan terus kita perkuat dan tingkatkan, agar para nelayan dan masyarakat pesisir merasa jauh lebih aman saat beraktivitas. Di sisi lain, kita juga ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah terasa lebih nyata dan berjalan secara adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Kita tidak akan membiarkan potensi besar yang dimiliki daerah ini hanya terpendam atau dinikmati oleh sebagian pihak saja, melainkan harus dinikmati dan dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh rakyat Jember, khususnya mereka yang tinggal dan berusaha di wilayah pesisir,” pungkas Gus Fawait. (Tahrir)