Beritabersatu.com, Blitar – Aktivitas penggelontoran sedimen atau flushing mulai dilakukan Perum Jasa Tirta I (PJT I) di Bendungan Wlingi dan Bendung Lodoyo, Kabupaten Blitar, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 22 Mei tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur sumber daya air di Wilayah Sungai Brantas.
Dalam agenda tahunan ini, PJT I menargetkan pengangkatan sedimen mencapai 600 ribu meter kubik. Rinciannya, sekitar 350 ribu meter kubik berasal dari Bendungan Wlingi dan sisanya 250 ribu meter kubik dari Bendung Lodoyo.
Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas PJT I, Agung Nugroho, menegaskan bahwa flushing menjadi agenda rutin tahunan untuk menjaga kinerja waduk tetap maksimal.
“Ini merupakan program rutin untuk menjaga kelancaran operasi waduk. Karena di Wlingi-Lodoyo ada layanan PLTA dan juga layanan irigasi yang sangat penting,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurut Agung, peran bendungan tidak hanya sebagai penopang pembangkit listrik, tetapi juga menjadi sumber pasokan air bagi ribuan hektar lahan pertanian di wilayah Blitar hingga Tulungagung.
“Ada sekitar 12.200 hektar area pertanian yang mendapat layanan dari Irigasi Lodagung, mulai wilayah Lodoyo, Blitar sampai Tulungagung,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sedimentasi yang terus menumpuk berpotensi menghambat aliran air menuju intake irigasi serta mengganggu performa turbin PLTA. Karena itu, penggelontoran sedimen perlu dilakukan secara berkala.
“Harapannya air irigasi tetap lancar sehingga mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Selain itu PLTA juga bisa berfungsi sesuai kapasitas terpasangnya,” katanya.
Diketahui, PLTA Wlingi memiliki kapasitas terpasang sebesar 2 x 27 megawatt (MW). Seluruh rangkaian flushing dijadwalkan berakhir pada 22 Mei 2026 dan layanan irigasi maupun operasional PLTA akan kembali normal mulai 23 Mei mendatang.(zan)