BANJARNEGARA, BERITABERSATU – Pemerintah Desa (Pemdes) Sigaluh, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, menghadirkan inovasi dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui program “Bajak Sawah” (Bayar Pajak Pakai Sampah Warga Sigaluh). Program ini dinilai mampu mendorong partisipasi masyarakatnya, sekaligus memberikan nilai ekonomi.
Kepala Desa Sigaluh, Santo Prihatmoko, menjelaskan inovasi tersebut berangkat dari persoalan klasik dalam pemungutan pajak, seperti petugas yang harus mendatangi wajib pajak hingga lebih dari tiga kali secara door to door namun tidak bertemu, serta kendala tidak tersampaikannya dokumen kepada wajib pajak yang berdomisili di luar desa.
“Karena itu, kami bersama perangkat desa mencari solusi yang lebih efektif dan inovatif,” ujar Santo kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Melalui program Bajak Sawah, warga mengumpulkan sampah yang memiliki nilai jual seperti kertas, kardus, botol, besi dan barang bekas lainnya. Sampah tersebut kemudian dipilah dan dijual kepada tukang rongsok setiap bulan, dengan hasilnya ditabung oleh pengurus.
Dalam kurun waktu satu tahun, tabungan dari hasil penjualan sampah tersebut digunakan untuk membayar kewajiban PBB warga.
Jika nilai tabungan melebihi kewajiban pajak, sisa dana dapat disimpan untuk tahun berikutnya atau diambil. Sebaliknya, jika kurang, warga dapat menambah kekurangannya.
“Misalnya pajaknya Rp100.000, tapi tabungan dari sampah mencapai Rp200.000, maka ada kelebihan Rp100.000 yang bisa disimpan atau diambil. Jika kurang, tinggal ditambah. Semua dicatat dan disinkronkan oleh pengurus,” jelas Santo.
Saat ini, program tersebut sudah berjalan di beberapa wilayah rukun tetangga (RT), seperti di RW 1 dan sebagian RW 2.
Meski demikian, Pemdes berencana memperluas penerapan program ini ke seluruh wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Selain mendorong kesadaran pajak, program ini juga dinilai mampu mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah, dari yang semula dianggap tidak bernilai menjadi sumber ekonomi alternatif.
“Harapannya, sampah yang selama ini dipandang sebelah mata bisa memiliki nilai dan membantu masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak,” kata Santo.
Diketahui, kegiatan ini disambut antusias oleh warga, dengan capaian pembayaran pajak warga Desa Sigaluh mencapai sekitar 90 persen.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah desa memberikan souvenir berupa produk hasil olahan kelompok UMKM, serta hadiah bagi wajib pajak yang melakukan pembayaran lebih awal.
Pemdes Sigaluh berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam meningkatkan kepatuhan pajak sekaligus pengelolaan lingkungan.
“Pajak merupakan sumber utama pendapatan daerah untuk pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pembayaran PBB,” ungkap Santo.
Penulis: Arief Ferdianto