Dampak Konflik Politik Global, Politisi Golkar Ferry Wawan Cahyono Siapkan Antisipasi

by Syamsuddin
0 comments

BANJARNEGARA, BERITABERSATU – Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sejumlah analis menilai, konflik tersebut dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian global. Di tengah situasi global yang tidak menentu, sebagian masyarakat di Indonesia mulai melakukan penghematan selama Ramadan dan menjelang Lebaran.

Masyarakat khawatir, konflik tiga negera itu bisa berkepanjangan dan dapat memicu kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok lainnya.

Bahkan, sejumlah pengamat memperkirakan dampak ekonomi dari konflik tersebut berpotensi lebih buruk dibandingkan masa pandemi COVID-19, apabila berlangsung dalam waktu lama.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dari Fraksi Partai Golkar, Ferry Wawan Cahyono, S.P.i,. M.Si, menilai pemerintah perlu memperkuat sektor ekonomi riil untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ferry yang juga bertugas di Komisi B DPRD Provinsi Jateng, mengatakan bahwa konflik global dapat memicu tekanan fiskal dan memaksa pemerintah melakukan penyesuaian terhadap kemampuan anggaran.

“Saya kira menurut para pakar, perang Iran dengan Amerika–Israel tentu membawa tekanan fiskal dan penyesuaian terhadap kemampuan anggaran pemerintah. Karena itu kita harus mendorong sektor riil di masyarakat,” ujar Ferry di acara silaturahmi sedulur mas Ferry Banjarnegara, Surya Yudha Park 2 Kabupaten Banjarnegara, Minggu (15/3/2026) malam.

Menurut dia, pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu menjadi penopang utama perekonomian nasional ketika terjadi krisis global.

“Kalau kita lihat, ekonomi mikro, kecil, dan menengah ini sudah terbukti pada saat pandemi Covid-19 mampu menyelamatkan ekonomi kita. Artinya, kita punya pengalaman menghadapi tekanan global seperti sekarang,” katanya.

Ferry menambahkan, Komisi B DPRD Provinsi Jateng yang membidangi perekonomian, UMKM, dan pertanian akan terus melakukan koordinasi serta sinkronisasi dengan berbagai pihak agar sektor-sektor tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi di tengah tekanan global.

“Kami di Komisi B yang membidangi perekonomian, UMKM, dan pertanian terus melakukan koordinasi dan sinkronisasi agar sektor-sektor ini bisa menjadi penggerak ekonomi di tengah tekanan yang sedang kita hadapi,” ujarnya.

Penulis : Arief Ferdianto

You may also like