Muscab ke-II Peradi Pemalang, DPN Tekan Soliditas dan Soroti RUU Advokat

by Editor Muh. Asdar
0 comments

PEMALANG,BB – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Pemalang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II di Hotel Grand Wijaya, Jalan Kenangan , Kelurahan Pelutan, Pemalang, Sabtu (25/4/2026).

Dalam forum tersebut, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi menekankan pentingnya proses demokratis, soliditas organisasi, hingga kesiapan menghadapi tantangan era digital.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Advokat Muda DPN Peradi, Chrisman Damanik, S.H., M.H, mengatakan Muscab tersebut harus menjadi forum demokratis yang mampu melahirkan gagasan-gagasan baru bagi kemajuan organisasi.

“Kami menyampaikan tadi bahwa proses Muscab ini harus berjalan demokratis, harus merupakan bagian ya melahirkan ide-ide baik untuk DPC Peradi Pemalang, kemudian berjalan secara musyawarah mufakat dan penuh dengan rasa kekeluargaan,” kata Chrisman

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Advokat Muda DPN Peradi, Chrisman Damanik didampingi Ketua OC, Helmi Nuky Nugroho saat konferensi pers disela kegiatan Muscab ke-II Peradi Pemalang

Menurut Chrisman, DPN Peradi juga membutuhkan dukungan dan soliditas dari seluruh DPC, termasuk DPC Peradi Pemalang, dalam menyikapi berbagai isu strategis yang tengah dihadapi organisasi advokat.

Ia menyoroti pentingnya solidaritas antara DPC dan DPN Peradi, terutama terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Advokat yang saat ini menjadi perhatian bersama.

“Kami tentu membutuhkan kerjasama, soliditas dari seluruh DPC termasuk Pemalang terkait adanya RUU Advokat,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai organisasi advokat juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital. Meski demikian, penyesuaian tersebut tetap harus berpegang pada prinsip dasar profesi advokat dan kode etik.

“Temen-temen di DPC Peradi harus bisa menyesuaikan perkembangan jaman dengan tidak meninggalkan hal-hal yang prinsip dari advokat dan tentunya yang tidak keluar dari kode etik advokat,” jelasnya.

Dalam Muscab II ini, salah satu agenda utama adalah pemilihan Ketua DPC Peradi Pemalang periode 2026-2031. Chrisman berharap proses pemilihan berjalan lancar, demokratis, dan tetap menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.

“Harapannya tentu pertama soliditas di tingkat DPC Peradi Pemalang semakin baik, kemudian Muscab ini melahirkan ide-ide pemikiran, gagasan yang baik,” katanya.

Ia juga berharap ketua terpilih nantinya mampu membangun sinergi dengan DPN Peradi guna mengawal berbagai program organisasi di tingkat nasional maupun daerah.

“Siapa pun ketua yang terpilih nanti dapat bersinergi dengan DPN Peradi, kita membangun soliditas yang baik, kerjasama yang baik karena ujung tombak dari organisasi ini tentu temen-temen yang ada di cabang di seluruh wilayah di Indonesia,” ujarnya

Sementara Ketua OC, Helmi Nuky Nugroho mengatakan bahwa ada tiga agenda dalam kegiatan Muscab tersebut.

“Agenda pertama sudah rampung, dan ini kita lanjutkan laporan pertanggungjawaban kepungurusan periode 2021-2026, kemudian dilanjut pemilihan ketua untuk periode 2026-2031,” ungkapnya

“Kami berharap proses muscab DPC Peradi ini berjalan lancar, demokratis, dan sukses tanpa hambatan,” tandasnya.

You may also like