GOWA, BB — Pemuda ICMI Sulawesi Selatan, menggelar FGD dengan Tema “Wacana Pemakzulan di Tahun Politik 2024, di Cafe Bella, jalan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, jumat (2/2/2024)
Kegiatan yang dihadiri puluhan peserta ini, menghadirkan Dr. Arif Wicaksono, M.Si (Akademisi / Pengamat Politik) dan Taqwa Bahar, S.Hi (Pemuda ICMI) sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya Dr. Arif Wicaksono, menyampaikan terkait isu Pemakzulan Presiden Jokowi yang lagi panas diperbincangkan, ia pun menilai jika hal ini bukan persoalan setuju atau tidak setuju, melainkan bagaimana harus melihat lebih jauh tentang apa manfaat dari pemakzulan tersebut.
“Jangan hanya karena isu ini sedang hangat diperbincangkan kita juga mau ikut-ikutan meneriakkan pemakzulan, tanpa mencari tahu apa dampak terburuk dari pemakzulan Presiden,” katanya
Menurut Arif, Apabila Presiden dipaksakan untuk dilengserkan, maka sudah bisa dipastikan akan terjadi Chaos secara masif di Negara ini, terlebih juga pemakzulan presiden itu harus melalui proses yang sangat panjang, dari DPR RI ke MK terus kembali lagi ke DPR lalu terakhir ke MPR, nah proses ini kata dia bukan satu bulan dua bulan tetapi membutuhkan waktu yang sangat panjang.
“Terkait isu pemakzulan Presiden, saya minta kepada teman-teman mahasiswa semua jangan jadi mahasiswa yang mudah dimobilisasi, gunakan forum-forum seperti ini untuk mengkaji ulang agar bisa mengetahui esensi dari apa yang akan kita lakukan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arif menilai, Gerakan pemaksulan oleh petisi 100 ini juga adalah gerakan politik yang notabenenya adalah orang-orang yang bersebrangan dengan pak Jokowi
“Untuk bisa meluruskan atau menetralkan situasi saat ini perlu pendekatan hukum agar bisa memahami mekanisme atau sejauh apa kita bertindak terkait isu pemakzulan presiden,” terangnya.
Sementara, Taqwa Bahar, dalam kesempatan itu juga menyentil terkait isu-isu yang beredar yang membuat gaduh masyarakat Indonesia terutama isu pemakzulan Presiden yang diinisiasi oleh petisi 100.
Menurut Taqwa, Salah satu tokoh yang tergabung dalam petisi 100 adalah Faisal Assegaf yang mana kita tahu bahwa Faisal Assegaf adalah salah satu yang selalu mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah, “Olehnya itu, saya mengatakan bahwa gerakan ini adalah Popaganda Politik, yang bertujuan untuk membuat Chaos situasi menjelang Pemilu 2024,” katanya.
Taqwa juga menilai, Gerakan pemakzulan ini adalah gerakan Politik oleh kelompok tertentu yang hanya ingin mengambil keuntungan ditengah-tengah situasi politik yang kurang bagus seperti saat ini.
“Intinya saya sampaikan bahwa saya sangat tidak setuju terhadap pemakzulan Presiden, karena pertimbangan pemakzulan dengan melakukan pendekatan apapun untuk memakzulkan Presiden itu sangat tidak rasional dan tidak memenuhi syarat,” kuncinya.
Kegiatan FGD ini berlangsung dengan sharing diskusi antara peserta dan narasumber. (**)