Temui Pendemo, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Rakyat

by Editor Muh. Asdar
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Di tengah memanasnya aksi unjuk rasa mahasiswa yang sempat diwarnai aksi saling dorong dengan aparat kepolisian di depan Gedung DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (25/6/2026), Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, mengambil langkah berbeda. Pria yang akrab disapa Kuwat itu memilih keluar dari gedung, menemui langsung massa aksi, lalu duduk bersama mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi yang mereka sampaikan.

Kehadiran Supriadi di tengah demonstran menjadi titik balik suasana yang sebelumnya sempat memanas. Tanpa sekat dan tanpa menjaga jarak, ia membuka ruang dialog secara langsung sebagai bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Bagi Supriadi, DPRD merupakan rumah rakyat. Karena itu, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat harus diterima dengan sikap terbuka dan disikapi melalui mekanisme demokrasi yang bermartabat.

“Kami memahami bahwa mahasiswa datang membawa aspirasi dan kegelisahan masyarakat. DPRD terbuka untuk menerima setiap masukan yang disampaikan secara baik. Apa yang menjadi tuntutan hari ini akan kami pelajari dan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang dimiliki DPRD,” ujar Supriadi.

Ia menegaskan, lembaga legislatif memiliki tanggung jawab untuk menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah. Karena itu, seluruh poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan diterima sebagai bahan masukan dan diteruskan kepada pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurut Supriadi, perbedaan pandangan dalam kehidupan berbangsa merupakan sesuatu yang wajar. Yang terpenting adalah seluruh pihak mampu mengedepankan dialog, musyawarah, serta saling menghormati demi menjaga iklim demokrasi yang sehat.

“Demokrasi memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Kami menghormati hak tersebut dan berharap setiap aspirasi dapat disampaikan dengan tertib sehingga menghasilkan solusi yang baik bagi kepentingan masyarakat,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan terkait evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta berbagai isu nasional lainnya. Supriadi mendengarkan penyampaian aspirasi itu secara langsung dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan pandangannya secara bergantian.

Sikap Supriadi yang memilih berdialog di tengah massa mendapat respons positif dari peserta aksi. Suasana yang sebelumnya sempat memanas perlahan berubah lebih kondusif setelah komunikasi terbuka terjalin antara mahasiswa dan pimpinan DPRD.

Ia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Blitar akan menjalankan fungsi representasi masyarakat secara maksimal. Aspirasi yang diterima dari mahasiswa akan menjadi bagian dari bahan komunikasi kelembagaan dengan pemerintah maupun instansi terkait.

“Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat tidak berhenti di depan gedung DPRD. Tugas kami adalah menerima, mengawal, dan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak yang berwenang agar menjadi perhatian dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.

Setelah dialog berlangsung, massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Kehadiran Ketua DPRD yang memilih menemui langsung demonstran menjadi penutup rangkaian aksi sekaligus menunjukkan pentingnya penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan dialog dalam kehidupan demokrasi.(zan)

You may also like