Beritabersatu.com, Blitar – Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar resmi terpilih sebagai Ketua KONI Kota Blitar usai memenangkan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) yang digelar Selasa (19/5/2026). Dalam pemungutan suara, Samanhudi memperoleh 22 suara dan unggul atas Tony Andreas yang meraih 15 suara.
Usai terpilih, pria yang akrab disapa Hudi itu menyampaikan bahwa dirinya maju bukan karena ambisi pribadi, melainkan dorongan dari sejumlah cabang olahraga (cabor) yang menginginkan KONI dipimpin putra daerah.
“Sebenarnya saya tidak ingin menjadi Ketua KONI. Tapi teman-teman cabor meminta agar KONI dipimpin putra daerah asli,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Hudi juga menyoroti pentingnya menjaga independensi organisasi olahraga dari kepentingan di luar dunia olahraga. Menurutnya, KONI sebaiknya dikelola oleh insan olahraga bersama cabang olahraga yang memahami kebutuhan pembinaan atlet.
“Ini marwah olahraga. Tidak perlu ada intervensi dari dinas maupun wali kota. KONI biar diurus penggiat olahraga,” tegasnya.
Ia turut menyinggung adanya dugaan keberpihakan dalam proses Musorkot. Namun, Hudi menegaskan dirinya menyampaikan hal tersebut dalam konteks kelembagaan, bukan menyerang individu tertentu.
“Ada cawe-cawe, saya punya buktinya. Saya ngomong lembaga, bukan personal. Saya ngomong wali kota dan kepala dinas,” katanya.
Meski demikian, Hudi menilai hasil pemilihan menunjukkan bahwa suara cabang olahraga tetap menjadi faktor utama dalam menentukan arah organisasi olahraga di Kota Blitar.
“Kalau biasanya jagonya pemerintah daerah menang, sekarang kalah. Artinya kekuatan teman-teman cabor masih kuat,” ucapnya.
Terkait kritik dan penolakan yang sempat muncul menjelang Musorkot, Hudi mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia memastikan proses pencalonannya telah berjalan sesuai aturan organisasi dan AD/ART KONI.
“Saya orang hukum, tahu aturan. Tidak ada yang saya langgar dalam AD/ART maupun aturan organisasi,” jelasnya.
Ke depan, ia berharap pembinaan olahraga di Kota Blitar dapat berjalan lebih sinergis antara KONI, pemerintah daerah, dan legislatif demi meningkatkan prestasi atlet menuju Porprov 2027.
“Tiga pilar ini harus sinkron. Pemerintah tugasnya membina dan mendukung anggaran, sedangkan KONI fokus membangun prestasi,” pungkasnya.(zan)