Dua Direksi PDAM Pemalang Purna Tugas, Ini Pesan Bupati Anom!

by Editor Muh. Asdar
0 comments

PEMALANG,BB – Dua jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang memasuki masa purna tugas. Pelepasan tersebut berlangsung di halaman Kantor Pusat Perumda Tirta Mulia, Kamis (16/4/2026) malam.

Dua direksi yang purna tugas tersebut, yakni Direktur Administrasi dan Keuangan Moch. Arief Setiawan dan Direktur Teknik Djulianto.

Dalam kesempatan itu, perwakilan direksi yang memasuki purna tugas, Djulianto menyampaikan pesan emosional kepada seluruh pegawai Perumda Air Minum Tirta Mulia.

Ia menekankan pentingnya profesionalitas dan kerja sama tim, dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis.

“Tetaplah bekerja dengan penuh semangat, integritas, dan menjaga kualitas demi perusahaan. Tantangan di era sekarang jauh lebih besar, sehingga harus dihadapi dengan kesiapan mental agar tujuan perusahaan tercapai,” ujarnya.

“Saya mendoakan agar Tirta Mulia semakin maju dan berkembang sesuai harapan pemilik (pemerintah daerah),” imbuhnya.

Ia menambahkan, kinerja yang baik akan berbanding lurus dengan kesejahteraan.

“Dengan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat, otomatis hasil yang diterima oleh seluruh pegawai, karyawan, dan stakeholder juga akan meningkat. Jika perusahaan maju, kesejahteraan karyawan pasti akan mengikuti,” imbuh Djulianto.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang turut menghadiri acara menekankan bahwa tantangan ke depan akan lebih kompleks dan memerlukan lonjakan strategis.

“Dulu mungkin kita menggunakan metode fishbone untuk mengurai masalah. Namun sekarang, tantangan kita sudah masuk ke tahap investasi yang berorientasi pada ESG (Environmental, Social, and Governance). Ini adalah tuntutan mutlak agar perusahaan bisa menembus peringkat 5 atau 10 besar secara nasional,” ujarnya.

Lebih jauh Bupati Anom memaparkan bahwa aspek environmental mewajibkan kolaborasi dengan pegiat lingkungan, karena suplai air berasal dari alam.

Aspek Social berhubungan erat dengan masyarakat sekitar sumber mata air, sementara Governance menuntut tata kelola yang transparan dan akuntabel di bawah pengawasan publik selama 24 jam.

Untuk mengisi kekosongan jabatan, sementara Dewan Pengawas akan bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Bupati menitipkan pesan agar Dewan Pengawas tetap menjaga tata kelola perusahaan sesuai regulasi Kemendagri serta mengejar target yang telah disepakati dalam RKP 2026.

Sementara itu, perwakilan Dewan Pengawas, Moch Sidik menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi kedua direktur purna tugas.

“Kami berharap seluruh karyawan dapat meneladani kepemimpinan beliau berdua. Hal-hal baik yang telah diletakkan selama periode 2021-2026 harus dilanjutkan dan ditingkatkan,” tandasnya.(*)

You may also like