BERITABESATU.COM, SINJAI – Selasa dini hari, pukul 03:30 WITA, saat sebagian besar warga Lingkungan Tappe’e sedang terbuai mimpi, jago merah mengamuk tanpa ampun. Jalan Udang, Kelurahan Lappa, mendadak berubah menjadi lautan api. Dalam sekejap, empat rumah rata dengan tanah, menyisakan duka mendalam bagi empat kepala keluarga yang kehilangan tempat berteduh.
Namun, di tengah kepulan asap yang masih menyisa dan arang yang masih basah oleh sisa pemadaman, secercah harapan datang pada Selasa (14/4/2026).
Bupati Sinjai, Hj. Andi Ratnawati Arif, tidak sekadar mengirim delegasi. Sosok yang dikenal Ramah, ini hadir langsung berdiri di atas puing-puing bangunan. Bagi para korban Arman, Abd Kadir, Fina, dan Nunu kehadiran Ratnawati bukan sekadar kunjungan pejabat, melainkan pelukan empati dari seorang ibu.
Bupati perempuan pertama di Sinjai ini terlihat tidak canggung berbaur. Ia mendekat, menyentuh pundak para korban, dan mendengarkan kisah pilu tentang bagaimana api melahap harta benda mereka, termasuk logam mulia seberat 35 gram yang kini entah jadi apa di balik abu.
“Musibah adalah ujian yang datang tanpa kita duga. Kehadiran kami di sini adalah tanggung jawab pemerintah agar masyarakat tidak merasa sendiri,” tutur Bupati Ratnawati dengan nada yang menguatkan.
Didampingi jajaran BPBD, Dinas Sosial, hingga pengurus TP PKK, Bupati menyerahkan bantuan darurat yang sangat dibutuhkan, seperti Sembako dan matras untuk beristirahat, Pakaian layak pakai sebagai pengganti baju yang hangus, serta Alat-alat esensial untuk menyambung hidup sementara.
Bagi para korban yang menanggung kerugian total lebih dari Rp500 juta, bantuan ini adalah fondasi awal untuk bangkit kembali dari titik nol.
Di sela kunjungannya, Bupati Ratnawati menyelipkan pesan penting. Ia mengingatkan bahwa musibah yang diduga dipicu arus pendek ini terjadi di tengah kondisi alam yang tak menentu.
“Peralihan dari panas terik ke hujan badai kerap memicu risiko kebakaran maupun bencana lain,” ujarnya mengingatkan warga agar lebih teliti menjaga penggunaan listrik dan kompor.
Kunjungan tersebut ditutup dengan dialog hangat. Ratnawati memberikan semangat satu demi satu kepada korban, memastikan bahwa meski rumah mereka telah menjadi puing, masa depan mereka tidak ikut terbakar.
“Tetap tabah, insya Allah ada hikmah di balik semua ini,” tutupnya sebelum meninggalkan lokasi. (Ads)