SINJAI, BB — Duel maut yang melibatkan antara Menantu dan Mertua di Dusun Bolalangiri, Desa Bonto Katute, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, dengan menggunakan parang menyebabkan salah satunya meninggal Dunia di tempat kejadian, senin (08/07/2022)
Informasi yang dihimpun, Korban meninggal Dunia bernama Hasan (52) tahun, Dia meregang nyawa di tempat kejadian akibat luka tebasan di pinggang sebelah kiri, luka terbuka dan patah pada tulang belakang, kepala sebelah atas luka terbuka, dan luka sayatan terbuka pada tangan sebelah kiri.
Sementara Ido (32) tahun, yang tidak lain adalah menantu (Hasan red), mengalami luka terbuka pada lengan kiri, luka terbuka pada tangan kiri, luka terbuka pada siku kiri dan luka terbuka pada punggung kiri. Mendapat perawatan di Puskesmas Manipi Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.
Kapolsek Sinjai Borong Iptu Sasmito, SH, yang dikonfirmasi beritabersatu.com, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Iya ini baru pulang dari lokasi kejadian yang berjarak kurang lebih 4 KM naik turun gunung, terduga pelaku Ido, kini sudah berada di Polres Sinjai untuk menjalani pemeriksaan,” katanya.
Menurut Sasmito, motif kejadian diduga dipicu persoalan cekcok yang terjadi antara Ido dan isterinya Nia Binti Hasan (Anak dari Hasan red), dimana telah pisah ranjang selama tiga minggu.
Selama pisah ranjang, Nia dan orang tuanya (Hasan) tinggal dirumah saudarnya bernama Timan Binti Hasan yang tidak jauh dari TKP, karena ditekan dan diancam mau di bunuh oleh suaminya (Ido red). Namun sekitar 09.30 wita pagi tadi, Ido dan Hasan bertemu di gubuk tempat memasak gula aren di belakang rumah korban, disitulah keduanya diduga terjadi percecokan antara pelaku dan korban sehingga terjadi perkelahian yang menyebabkan pelaku dan korban masing-masing mengalami luka terbuka akibat dari sayatan parang.
“Jadi dari analisa sementara, Pelaku diduga marah dan dendam sama Mertuanya (Hasan red) disebabkan pelaku mencurigai mertuanya turut serta ingin memisahkan dirinya dan isterinya,” ungkap Sasmito.
Dijelaskan Kapolsek, jika selama pelaku (Ido red) pisah ranjang dengan isterinya pelaku mengalami depresi dan tinggal sementara di rumah orang tuanya di Dusun Bihulo, Desa Bonto lempangan, Kec. Sinjai Barat, Kab. Sinjai.
“Jadi Pelaku (Ido red) diduga telah mengalami despresi berat akibat masalah rumah tangganya sehingga menyebabkan kalap dan mencari korban dan melakukan perkelahian,” terangnya.
Diketahui, terduga pelaku Ido, saat ini sudah berada di Polres Sinjai untuk menjalani pemeriksaan, Ia dibawah Mako Polres usai mendapat perawatan di Puskesmas Manipi, atas sejumlah lukan yang dialaminya. (*/AP)