MAKASSAR, BB — Sebuah penginapan di Jalan Daeng Ramang, Kecamatan Biringkanaya, dikepung beberapa pria bersenjata yang diketahui tim Semut Merah Polsek Tamalanrea yang dipimpin Panit II Reskrim, Ipda Iqbal Usman.
Dari balik pintu kamar keluarlah tiga orang, dua wanita dan seorang lelaki. Dia lelaki ini bernama Anugrah yang diduga tengah asyik berkencan alias nyongkolo istilahnya.
Lelaki ini juga merupakan buronan Mapolsek Tamalanrea dalam tindak pidana pencurian disertai kekerasan yang santer disebut begal. Setelah tak berkutik, tim semut merah menggiring Anugrah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada polisi yang memeriksanya, Anugrah mengakui perbuatannya bahwa betul dirinya pernah melakukam aksi begal di wilayah Tamalanrea. Dia juga menyebutkan keterlibatan rekannya yang lain.
Kala beraksi kata dia, ia mengancam korbannya dengan menggunakam senjata tajam berupa panah (busur), setelah korban tak berkutik, ia bersama rekannya merampas barang korban.
Sementara itu, Panit II Polsek Tamalanrea, Ipda Iqbal Usman mengatakan, warga Kelurahan Pai itu diamankan dari aduan yang diterima Mapolsek Tamalanrea.
“Aduan kami terima dengan turun menyelidiki pelaku begal yang merampas barang korbannya. Perburuan pun berbuah hasil, terduga pelaku begal berhasil diketahui dari informasi yang kami peroleh. Orang yang diuber itu diketahui,” jelas Iqbal, Rabu (3/3/2021)
Ipda Iqbal melanjutkan, terduga pelaku tengah asyik bersama dua orang wanita, entah apa diperbuat.
“Kami pun mendobrak pintu setelah sebelumnya meminta untuk membuka pintu. Namun tak di indahkan, sehingga pintu kamarnya kami buka, lelaki yang kami sudah kantongi identitasnya itu pun langsung disergap, selanjutnya digelandang ke Mapolsek Tamalanrea,” kata Panit II Reskrim.
Menurut terduga pelaku, bahwa betul dirinya telah melakukan aksi begal dengan merampas barang korbannya.
“Pelaku mengakui perbuatannya. Bahkan, ia menyebutkan keterlibatan rekannya yang lain. Kala beraksi kata pelaku, ia bersenjata panah mengancam korbannya. Kasus ini masih kami dalami,” pungkasnya. (***)