BONE, BB — Hanya persoalan sepeleh, pemuda di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dibacok menggunakan parang, Selasa 10 November 2020, kemarin malam.
Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang, Iptu Samson yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, dia mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi dari personil Polsek Palakka, pasalnya puluhan warga mendatangi Polsek Palakka.
“Kami dapat informasi bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan sehingga pelapor di arahkan untuk melapor ke Polsek Tanete Riattang, karena TKP berada di wilayah Hukum Polsek Tanete Riattang, dan semalam sudah datang melapor secara resmi di kantor,”kata Samson.
Samson menjelaskan bahwa motif dari penganiayaan tersebut diduga hanya persoalan sepeleh, lantaran terduga pelaku tidak terima korban meminta dirinya untuk memindahkan sepeda motor miliknya yang sedang berada di depan mobil korban.
“Kejadiannya kemarin sekitar pukul 20.30 Wita, yang awalnya korban sedang mengendarai mobil saat itu terduga pelaku menghalangi mobil korban, lalu korban menegur terduga pelaku agar dipindahkan motornya, karena tidak terima terduga pelaku marah kemudian memanggil teman-temannya untuk mencari keberadaan korban, setelah terduga pelaku bertemu dengan korban langsung memarangi korban menggunakan parang yang mengakibatkan luka terbuka pada bagian belakang kepala korban,” ungkap Samson kepada Beritabersatu.com
Usai menerima laporan tersebut, kata Samson, pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap sejumlah terduga pelaku yang telah melakukan penganiayaan terhadap korban J (17) Warga Awang Pasareng, Kelurahan Watang Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
“Baru satu terduga pelaku yang berhasil kami amankan kemarin dari empat yang diduga terduga pelaku penganiayaan,” tutupnya. (Iwan Taruna)