SINJAI, BB — Pembangunan Jembatan Gantung Karampuang, Honto, Desa Gareccing yang menghubungkan Leppang Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, kabupaten Sinjai, Sulsel, terbengkalai.
Pembangunan Jembatan dengan menggunakan ADD dua desa tersebut baru terealisasi sekitar 10 meter yang telah dipasangi papan diatas bentangan tali besi jembatan, Sedangkan diujung jembatan bagian sisi kanan terdapat beberapa besi penghubung tidak terpasang rapih.
Salah seorang penduduk Honto, Desa Gareccing berharap agar pihak pekerja segera menyelesaikan pekerjaannya agar masyarakat bisa menikmati pembangunan itu.
“Kasian warga, kalau jembatan itu dibiarkan terbengkalai sementara warga harus berenang melintasi derasnya arus sungai utamanya saat banjir tiba,” katanya, rabu (12/12/2018)
Sementara itu, Kepala Desa Talle, Ir.Abdul Rajab, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mengatakan, untuk pembangunan Jembatan Gantung Karampuang anggaran tak ada masalah, cuman masih ada papan dari desa Gareccing belum masuk sehingga tukang belum kerja.
“Insya allah, minggu ini kita akan melanjutkan pekerjaannya, kita sudah pasang sebagian papannya sisa sepotong kisaran 80 Lembar yang belum terpasang,” ungkapnya.
Sebelumnya, ditahun 2016 lalu salah seorang masyarakat di Honto Gareccing bernama Ambo Dalle mengusulkan dalam kegiatan Musrembang Desa Gareccing agar pemerintah Gareccing dan Desa Talle dapat membangunkan warganya jembatan minimal jembatan gantung.
Atas usulan itu, oleh kedua pemerintah desa menerima aspirasi warga tersebut. Dengan memasukkan program prioritas pembangunan pada tahun 2017 untuk bagian pondasi landasan ditangani oleh Desa Gareccing, dan bagian rangka dan perlengkapan jembatan lainnya ditangani Desa Talle, untuk dikerjakan pertengahan 2018. Dengan sumber Anggaran Dana Desa (ADD) sekitar Rp 300 juta.
Namun hingga saat ini pembangunan jembatan tersebut tampak terbengkalai. Belum diperoleh alasan dari pihak pekerja jembatan atas kendala yang dihadapi hingga saat ini. (Asrianto)
Editor : Muh. Asdar