JAKARTA, BB — 14 Mahasiswa ditangkap oleh polisi usai menggelar aksi pada Selasa (10/12). Penangkapan terjadi di sekitar kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.
Aksi penangkapan dilakukan kepada mahasiswa setelah menggelar aksi memperingati momen Hari Ham Internasional. Tim Advokasi untuk Demokrasi mengkritik langkah kepolisian itu.
Menurut anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi dari LBH Masyarakat Afif Qayim bahwa tindakan aparat berpotensi meninggalkan trauma meskipun peserta aksi dibebaskan jelang tengah malam. Menurutnya, bukan tak mungkin insiden penangkapan usai aksi bisa membuat takut warga yang hendak mengutarakan aspirasi.
“Memang seharusnya tindakan mengamankan peserta demo itu harus dihindari, karena kan orang menyampaikan aspirasinya. Masak orang menyampaikan aspirasi, ditangkap. Padahal konstitusi menjamin itu, eranya juga demokrasi. Ini jadi pertanyaan besar,” ucap Afif kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (11/12).
Afif mengatakan aparat penegak hukum seharusnya memberi jaminan perlindungan warga untuk menyampaikan pendapat. Dia menambahkan kalaupun di lapangan terdapat dinamika aksi maka semestinya masing-masing pihak bisa menahan, termasuk aparat kepolisian.
“Selain memberikan dampak traumatik terhadap teman-teman massa aksi, ini kan juga berdampak pada gerakan masyarakat,” tutur Afif.
“Yang pasti menciptakan kekhawatiran, kalau mereka menyampaikan aspirasinya bisa berurusan dengan aparat penegak hukum,” kata Afif.
Dilansir dari CNNindonesi, Sedikitnya 14 orang ditangkap dan diinterogasi di kantor Polres Jakarta Pusat. Afif mengatakan semuanya berstatus mahasiswa dari berbagai universitas.
“Sebenarnya mereka tertib mengikuti aturan unjuk rasa, sore pun sudah bubar. Persoalannya, setelah bubar itu mereka bikin was-was warga karena heboh di jalan, mengganggu arus lalu lintas. Lalu warga melaporkanlah ke polisi, ini informasi dari Kasat ya. Karena kami memastikan mereka pulang dulu, saat itu,” kata Afif.
Selanjutnya Tim Advokasi berencana mengklarifikasi informasi tersebut kepada peserta aksi. Afif mengatakan hal utama yang menjadi fokus Tim Advolasi kemarin adalah memastikan pemulangan para mahasiswa. Para demonstran yang ditangkap akhirnya dipulangkan pada pukul 23.00 WIB, Selasa (10/12).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengonfirmasi kabar penangkapan 14 mahasiswa usai aksi Hari HAM Sedunia. Yusri pun membenarkan semua mahasiswa telah dipulangkan sejak Selasa malam.
“Memang betul kemarin dari Polres Jakarta Pusat dan Polsek Menteng telah mengamankan 14 mahasiswa. Jam setengah 10 malam dikembalikan ke LBH dan rekan-rekan dari KontraS,” kata Yusri saat dikonfirmasi, Rabu (11/12).
Yusri menyampaikan 14 mahasiswa itu ditangkap lantaran dianggap mengganggu ketertiban umum dengan menutup ruas jalan di kawasan Sarinah.
“Kemudian pembatas jalan yang sepeda motor itu dilempar ke tengah-tengah (ruas jalan),” pungkasnya.