​Jelajah Kasih Bupati Ratnawati: Merawat Harapan Warga Sinjai dari Pelosok Gunung hingga Wilayah Kepulauan

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI — Guratan lelah di wajah Daeng Sunggu seketika luntur saat sebuah kasur khusus antidecubitus tiba di kediamannya di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Sembilan. Sudah berbulan-bulan ia hanya bisa terbaring pasrah akibat sakit yang mengikat tubuhnya. Hari itu, batas antara keputusasaan dan harapan tipis itu runtuh saat Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, hadir langsung menyapanya, membawakan alat pembantu yang amat ia butuhkan.

Bagi warga yang hidup di gugusan Kepulauan Sembilan, jarak bukan sekadar hitungan mil laut. Jarak sering kali menjadi benteng tebal yang memisahkan mereka dari kemudahan akses air bersih, fasilitas kesehatan yang mumpuni, hingga keterbatasan jaringan pasar. Namun, angin laut hari itu membawa kabar berbeda. Pemkab Sinjai bersama BAZNAS Kabupaten Sinjai membuktikan bahwa kepedulian tak boleh terhalang gelombang.

Sentuhan Nyata di Tengah Keterbatasan Kepulauan

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Sinjai Ratnawati tidak datang sekadar untuk menggugurkan kewajiban seremonial. Ia hadir menyaksikan dari dekat bagaimana dinamika kehidupan masyarakat kepulauan yang saban hari bergelut dengan keterbatasan infrastruktur.

Melalui kolaborasi strategis dengan BAZNAS Sinjai, bantuan disalurkan secara spesifik dan tepat sasaran. Sebanyak 16 unit kasur antidecubitus dibagikan untuk warga yang menderita sakit menahun dan harus berbaring lama di empat desa: Desa Pulau Harapan (9 unit), Desa Persatuan (3 unit), Desa Padaelo (2 unit), dan Desa Buhung Pitue (2 unit). Bantuan ini bukan sekadar barang fisik, melainkan bentuk empati mendalam agar para penderita sakit kronis bisa beristirahat dengan lebih manusiawi dan nyaman.

Tak berhenti di situ, perhatian disalurkan lewat bantuan zakat untuk empat mustahik, dukungan sarana untuk masjid di Desa Persatuan, serta 40 paket sembako yang disebar rata ke empat desa.

“Kehadiran BAZNAS di tengah-tengah masyarakat Pulau Sembilan hari ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah dan lembaga zakat hadir untuk memastikan tidak ada saudara-saudara kita yang tertinggal,” ujar Ratnawati di hadapan warga.

Intervensi Berkelanjutan dari Laut hingga Daratan

Bupati perempuan pertama di daerah berjuluk Bumi Panrita Kitta ini menyadari betul, bantuan karitatif atau jangka pendek saja tidak akan cukup menyelesaikan akar masalah kemiskinan di kawasan pesisir. Masalah air bersih, akses pasar, dan rumah tidak layak huni membutuhkan intervensi yang terencana dan konsisten.

Oleh karena itu, Pemkab Sinjai merancang strategi berlapis yang memadukan perbaikan hunian, pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi keluarga prasejahtera, hingga penguatan layanan posyandu terintegrasi guna menekan angka stunting. Model pemulihan ekonomi berbasis komunitas juga dipacu lewat bantuan modal usaha produktif BAZNAS.

Komitmen kepedulian yang sama terus berlanjut hingga ke daratan tinggi Sinjai Borong. Di sana, Pemkab Sinjai menyalurkan 600 kilogram bibit porang kepada 30 petani melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, disandingkan dengan program Lumbung Pangan BAZNAS di tujuh desa/kelurahan. Program pemberdayaan berbasis kemandirian seperti modal toko kelontong Z-Mart, bengkel Z-Auto, hingga perbaikan rumah dan bantuan penyelesaian studi turut diserahkan.

Langkah terpadu dari darat hingga kepulauan ini menegaskan satu pesan kunci: keberpihakan Pemkab Sinjai hadir utuh untuk seluruh warga, tanpa peduli seberapa jauh mereka bermukim dari pusat kota. (Adv)

You may also like