Mantan Relawan MBG Petarukan Loning 2 Pemalang Dipecat, Bongkar Dugaan Fee Supplier hingga BPJS Dipersoalkan

by Usman
0 comments

BERITABERSATU.COM, Pemalang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kembali mendapat sorotan. Kali ini, mantan relawan SPPG Pemalang Petarukan Loning 2, Denes Sabastian, menyampaikan keberatannya setelah diberhentikan dari posisi relawan.

Denes mengaku pemberhentian tersebut dilakukan secara sepihak. Ia menyebut selama bekerja tidak pernah menerima surat peringatan (SP) maupun melakukan pelanggaran SOP seperti yang disebutkan dalam alasan pemberhentian.

Namun, berdasarkan Surat Pemberhentian Relawan Nomor 001/SPPG-LNG2/2026 yang ditandatangani Kepala SPPG Pemalang Petarukan Loning, Ayu Thi Wulandari, S.Tr.Bns, Denes diberhentikan terhitung 30 September 2026 setelah dilakukan evaluasi terhadap tugas, kedisiplinan, tanggung jawab dan komitmen.

Dalam surat tersebut disebutkan sejumlah pertimbangan, antara lain komunikasi yang dinilai menekan rekan kerja, perilaku yang berpotensi memengaruhi hubungan kerja, komitmen terhadap operasional, penurunan kinerja serta tidak adanya perubahan setelah pembinaan dan pemberian sanksi. Denes memiliki pandangan berbeda terhadap alasan tersebut.

“Saya tidak pernah mendapat SP dan tidak merasa melanggar SOP. Saya diberhentikan sepihak dan saya siap menghadirkan lebih dari lima saksi untuk memberikan keterangan,” ujar Denes kepada beritabersatu.com, Rabu (30/9/2026).

Soroti Perlakuan terhadap Relawan

Selain persoalan pemberhentian, Denes menyoroti kondisi relawan sejak tahap awal operasional SPPG. Menurutnya, relawan sudah bekerja sejak persiapan, mulai melepas plastik ompreng, menata ruangan hingga membersihkan area dapur, namun tidak mendapatkan upah.

Saat grand opening, kata Denes, relawan juga sudah mulai memasak tanpa adanya pembayaran.

“Sejak persiapan kami sudah kerja bakti dan saat grand opening sudah mulai memasak, tetapi tidak ada upah atau pembayaran,” ungkapnya.

Denes juga mempertanyakan perlindungan relawan, termasuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengaku telah menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan, tetapi setelah mengecek melalui aplikasi, menurutnya saldo atau iuran yang tercatat masih kosong.

“Kartu BPJS memang diberikan, tetapi ketika kami cek melalui aplikasi saldonya kosong. Kami mempertanyakan kejelasan pembayaran iurannya,” katanya.

Soroti Makanan, Minyak Jelantah hingga Kardus

Denes juga mengaku prihatin dengan kondisi konsumsi para relawan. Ia menyebut relawan yang bekerja memenuhi kebutuhan makanan bergizi justru pernah mendapatkan makanan sisa.

Selain itu, ia menyoroti hasil penjualan minyak jelantah dan kardus bekas dari aktivitas SPPG. Denes menduga hasil penjualan tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.

“Kami mempertanyakan hasil penjualan minyak jelantah dan kardus karena menurut kami tidak digunakan sebagaimana mestinya. Kami menduga ada yang masuk ke kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ia juga menyebut adanya keluhan terkait penggunaan minyak goreng yang disebut sudah berwarna sangat gelap.

Menurut Denes, persoalan tersebut perlu diperiksa dan dikonfirmasi kepada pihak pengelola SPPG.

Dugaan Permintaan Fee Supplier

Denes turut menyampaikan informasi yang ia peroleh dari salah satu supplier mengenai dugaan adanya permintaan fee di luar harga pembelian yang tercantum dalam nota.

“Saya sempat menanyakan kepada salah satu supplier dan mendapat keterangan adanya oknum dapur yang meminta fee di luar harga dalam nota,” katanya.

Namun, informasi tersebut masih merupakan keterangan yang disampaikan Denes dan belum diverifikasi secara independen oleh redaksi.

Chat WhatsApp Ikut Dipersoalkan

Selain surat pemberhentian, BERITABERSATU.COM menerima tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang disebut berkaitan dengan aktivitas SPPG Loning 2.

Dalam percakapan tersebut, seseorang bernama Amir antara lain menulis:

“Klo kalian tdk mau jalankan aturan silahkan tinggal dirumah saja yg mungkin lebih adem.”

Pesan lainnya berbunyi:

“Saya gak mau bisnis saya gagal karena ulah kalian.”

Kemudian terdapat pesan:

“Divisi ompreng juga klo masih tidak mengindahkan aturan ada yg aku berhentikan.”

Serta:

“Kalian masih mau pada kerja gak sih? Klo tidak mau kerja di Loning silahkan ajukan pengunduran diri.”

Dalam pesan lain disebutkan:

“Saya terapkan tegas karena sering liat CCTV dan adanya laporan yg gak baik.”

Mitra Dinilai Terlalu Dominan

Denes juga menyoroti hubungan antara relawan, mitra dan unsur pengelola SPPG. Ia menilai mitra memiliki pengaruh besar dalam operasional, termasuk terkait pemberhentian relawan.

“Bagi sebagian mitra, MBG bisa saja dilihat sebagai bisnis. Relawan harus mendapat kejelasan dan perlindungan, termasuk dalam persoalan pemberhentian,” ujarnya.

Menurut Denes, sejumlah relawan juga pernah mendapat ancaman pemberhentian ketika terjadi persoalan di tempat kerja.

Hingga berita ini ditayangkan, Redaksi beritabersatu.com berupaya membuka ruang klarifikasi dan hak jawab Pihak SPPG Pemalang Petarukan Loning 2, Yayasan Arum Cempaka Indonesia maupun pihak-pihak terkait dalam pemberitaan ini.

(Daeng)

You may also like