BERITABERSATU.COM, JEMBER — Penampilan siswa-siswi SMK PGRI 05 Kencong, Kabupaten Jember, berhasil memukau ribuan masyarakat yang menyaksikan Kencong Karnaval Seni dan Budaya atau Kencong Kaya.Sabtu, (26/09/26).
Dalam kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, para pelajar SMK PGRI 05 Kencong membawa kisah legenda asal-usul Reog Ponorogo melalui perpaduan tari, teatrikal, dan pertunjukan kolosal.
Pertunjukan itu mengisahkan perjuangan Prabu Kelana dari Bantarangin yang hendak melamar Dewi Songgolangit, putri Kerajaan Kediri.
Dalam kisah yang ditampilkan, Prabu Kelana mengutus Bujang Ganong untuk menyampaikan lamaran. Namun, perjalanan tersebut kemudian diwarnai konflik dan pertempuran dahsyat antara Prabu Kelana dengan Singo Barong.
Cerita tentang perjuangan, asmara hingga kemenangan tersebut menjadi bagian dari legenda yang selama ini melekat dengan kesenian Reog Ponorogo.
Kepala SMK PGRI 05 Kencong, Saiful Anwar, mengatakan, pemilihan Reog Ponorogo sebagai materi pertunjukan tidak hanya bertujuan menghibur masyarakat. Lebih dari itu, pihak sekolah ingin memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai kekayaan budaya Nusantara.
“Kami melakukan pagelaran ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat. Yang kami tampilkan tahun ini adalah cerita kolosal dari Ponorogo yang sudah mendunia dan ini wajib kita lestarikan. Selain itu, kita harus sering tampilkan atau istilahnya nguri-nguri budaya,” kata Saiful Anwar di sela kegiatan carnaval.
Menurutnya, setiap mengikuti kegiatan carnaval, SMK PGRI 05 Kencong berupaya mengedepankan seni budaya dan cerita rakyat. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendidikan bagi para siswa di luar pembelajaran formal di dalam kelas.
Saiful menjelaskan, di sekolahnya juga terdapat kegiatan seni dan sendra tari yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenal lebih jauh berbagai kesenian tradisional.
“Kami kedepankan budaya. Selain di sekolah kami ada sendra tari, ini salah satu upaya sekolah agar anak didik yang masuk ke sekolah kami mendapatkan wawasan lebih luas terkait pendidikan formal maupun nonformal, demi menunjang sumber daya manusia yang lebih unggul,” jelasnya.
Selain Reog Ponorogo, rombongan SMK PGRI 05 Kencong juga menampilkan Duta Prima, sebuah kegiatan ekstrakurikuler yang mengembangkan kemampuan siswa di bidang modeling sekaligus pembentukan kepribadian.
Sebanyak 20 pasang Duta Prima turut ambil bagian dalam carnaval. Para siswa tersebut juga dipersiapkan untuk mengikuti proses pemilihan Gus dan Ning Kabupaten Jember.
Menariknya, busana yang dikenakan dalam penampilan Duta Prima merupakan hasil desain dan karya para siswa SMK PGRI 05 Kencong sendiri.
Kencong Kaya sendiri diikuti 11 peserta dari berbagai unsur. Kegiatan tersebut menampilkan beragam seni dan budaya di Nusantara.
Rute carnaval menempuh jarak kurang lebih 5 kilometer, dimulai dari kawasan Dira Shopping Center dan berakhir di Balai Desa Wonorejo. (Tahrir)