DPUPR Banjarnegara Catat 67 Proyek Jalan – Jembatan Sudah Berkontrak, 27 Serah Terima 5 Paket Batal

by Syamsuddin
0 comments

BANJARNEGARA, BERITABERSATU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Banjarnegara mencatat sebanyak 67 paket kegiatan pembangunan jalan dan jembatan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2026 telah terlaksana dan seluruhnya sudah berkontrak.

Sekretaris DPUPR Kabupaten Banjarnegara, M. Arqom Al Fahmi, ST., M.Si., mengatakan secara keseluruhan terdapat 72 paket kegiatan jalan dan jembatan dengan total anggaran lebih dari Rp100 miliar.

“Total sebanyak 72 paket kegiatan dengan anggaran Rp100 miliar lebih,” kata Arqom, melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/9/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 paket telah terlaksana dan seluruhnya sudah memasuki tahap kontrak. Sementara itu, 27 paket di antaranya telah dilakukan serah terima pertama atau provisional hand over (PHO).

Namun, terdapat lima paket yang tidak dapat dilaksanakan pada tahun anggaran tersebut.

Menurut Arqom, dua paket yang bersumber dari bantuan keuangan provinsi (Bankeuprov) tidak dapat dilaksanakan karena terkena rasionalisasi sehingga anggaran tidak tersedia.

Sedangkan tiga paket lainnya berupa pekerjaan jembatan tidak dapat dilaksanakan karena terjadi perubahan kondisi lapangan akibat bencana banjir.

“Lima paket tidak terlaksana, yakni dua paket Bankeuprov terkena rasionalisasi sehingga tidak tersedia anggaran dan tiga paket jembatan terjadi perubahan kondisi karena bencana banjir sehingga tidak bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Ada Perbaikan di Ruas Jalan Lawen – Pingitlor

Terkait pelaksanaan pekerjaan pada ruas Jalan Lawen – Pingitlor, Kecamatan Pandanarum, DPUPR Banjarnegara mengakui masih terdapat sejumlah bagian yang perlu dilakukan perbaikan, khususnya menyangkut kerapian hasil pengaspalan.

Arqom menjelaskan, kondisi geografis ruas tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Jalan berada pada medan dengan kontur elevasi yang tinggi, sementara lebar badan jalan relatif sempit.

Kondisi tersebut, menurut dia, turut memengaruhi tingkat kesulitan dalam proses pengerjaan.

“Ada beberapa perbaikan kegiatan di ruas Jalan Lawen-Pingitlor Kecamatan Pandanarum terkait kerapihan aspal karena jalan dengan medan kontur elevasi yang tinggi dan lebar jalan yang sempit memengaruhi kesulitan pelaksanaan ruas Lawen-Pingitlor,” ujarnya.

Meski demikian, DPUPR telah memberikan instruksi agar bagian pekerjaan yang dinilai belum rapi segera diperbaiki, “Kami sudah instruksikan untuk perbaikan perapihan,” kata Arqom.

Dengan adanya instruksi tersebut, DPUPR memastikan pekerjaan pada ruas tersebut tetap menjadi perhatian, terutama agar hasil akhir pekerjaan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

(Arief/Beritabersatu)

You may also like