Beritabersatu.com, Blitar – Peringatan HUT Kemerdekaan RI di lingkungan perkampungan identik dengan panggung kayu sederhana, potong tumpeng, dan pidato formal. Namun, warga RW 5 Lingkungan Ngrebo, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, memilih cara berbeda.
Mereka menyulap malam puncak Panggung Merdeka pada Sabtu (29/8/2026) menjadi gelaran pesta musik bernuansa festival. Panggung megah, tata lampu ala konser profesional, hingga layar videotron membuat suasana perayaan kemerdekaan terasa berbeda dari biasanya.
Mengusung semangat “Merdeka, Bersatu, Berkarya”, panggung utama diguncang penampilan kolaborasi warga lokal yang menjuluki diri mereka “Artis RW 5” bersama grup musik Gajah Mada Rock Dangdut.
Kemeriahan semakin memuncak saat distorsi musik rock berpadu dengan irama dangdut khas Jawa Timuran, membuat ratusan warga yang memadati lokasi ikut bernyanyi, berjoget, dan menikmati hiburan hingga malam.
Namun, Panggung Merdeka RW 5 bukan sekadar pertunjukan musik. Di balik kemegahan panggung, acara tersebut membawa pesan tentang bagaimana semangat kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk mempererat persatuan warga.
Ketua RW 5, Prawoto Sadewo, mengatakan konsep acara yang berbeda sengaja dibuat untuk memberikan ruang ekspresi sekaligus memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak harus selalu dilakukan dengan format seremonial. Justru melalui kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, nilai persatuan dan gotong royong dapat dirasakan secara langsung.
“Kami ingin mengubah stigma. Acara tingkat RW bukan berarti harus seadanya atau sekadar seremonial potong tumpeng dan kumpul-kumpul formal. Panggung Merdeka ini adalah hajatan dari warga dan untuk warga,” ujar Prawoto saat ditemui di sela-sela acara.
Ia menilai kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar perayaan tahunan. Kemerdekaan, kata dia, juga menjadi momentum untuk menjaga hubungan antarwarga agar tetap rukun meski memiliki latar belakang, usia, maupun kesukaan yang berbeda.
“Yang paling penting dari acara ini adalah kebersamaan. Di sini anak-anak, anak muda, orang tua, semuanya berkumpul dan menikmati acara bersama. Tidak ada sekat. Inilah salah satu bentuk persatuan yang ingin kami bangun,” jelasnya.
Prawoto menambahkan, menghadirkan tata panggung megah dengan layar videotron serta menggandeng musisi asal Sidoarjo Hans Markus merupakan bentuk apresiasi terhadap kekompakan warga.
“Warga kami punya potensi seni yang luar biasa. Saat diberikan wadah panggung bertaraf profesional dengan lighting dan sound system yang mantap, energi dan semangat kemerdekaan itu benar-benar terasa membakar. Semua warga dari yang muda sampai yang tua melebur, bergoyang, dan menikmati malam bersama tanpa sekat,” tambahnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan Panggung Merdeka RW 5.
Mulai dari seluruh warga yang terlibat dalam persiapan, panitia, para pelaku seni, pemuda, tokoh masyarakat, hingga pihak-pihak yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya acara tersebut.
“Saya atas nama pengurus RW 5 mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga dan semua pihak yang sudah membantu. Tanpa gotong royong, kekompakan, tenaga, pikiran, waktu, dan dukungan dari semuanya, acara sebesar ini tidak mungkin terlaksana,” pungkas Prawoto.
Rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di RW 5 berlanjut pada Minggu (30/8/2026) pagi dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti antusias oleh warga. Suasana semakin meriah karena panitia menyiapkan berbagai doorprize menarik yang dibagikan kepada peserta. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk melanjutkan semangat kebersamaan, persatuan, dan gotong royong warga setelah kemeriahan acara malam sebelumnya. (Zan)