KUR di Bawah Rp100 Juta Tanpa Agunan, Jaminan Tegas Presiden Prabowo di Festival UMKM Jember

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JEMBER — Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) M. Riza Damanik menegaskan secara bahwa seluruh pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai maksimal Rp100 juta dipastikan tidak memerlukan agunan seperti sertifikat tanah maupun BPKB kendaraan. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di Convention Hall New Sari Utama, Jember, Selasa (21/07/2026).

“Kalau ada (Bank) yang menuntut agunan untuk pinjaman di bawah Rp100 juta, silakan laporkan langsung kepada kami di Kementerian Koperasi dan UMKM atau kepada Bupati Jember,” tegas Riza di hadapan ratusan pelaku usaha yang hadir.

Selain aturan kemudahan persyaratan, ia juga menyampaikan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto terkait penurunan suku bunga program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Suku bunga yang sebelumnya berkisar 20 persen kini diturunkan menjadi hanya 8 persen per tahun.

Perubahan ini bertujuan meringankan beban cicilan agar jutaan pelaku UMKM dapat lebih leluasa mengembangkan usahanya. “Kami meminta doa seluruh masyarakat agar seluruh infrastruktur kebijakan ini segera terealisasi dan dapat segera dimanfaatkan dengan suku bunga 8 persen tersebut,” ujarnya.

Penunjukan Jember sebagai lokasi penyelenggaraan festival tingkat nasional dan provinsi bukan tanpa alasan. Kementerian UMKM menilai Kabupaten Jember memiliki catatan penyaluran KUR yang sangat membanggakan, yakni telah menembus angka Rp1 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 20 ribu pelaku usaha UMKM.

Dari jumlah tersebut, 69 persen dana mengalir ke sektor produksi, angka yang dinilai melampaui rata-rata nasional. Sebagai perbandingan, Jawa Timur secara keseluruhan tercatat sebagai salah satu provinsi penerima manfaat KUR terbesar di Indonesia pada tahun 2026 ini.

Kementerian juga mengapresiasi ekosistem usaha mikro di Jember yang dinilai kuat dan strategis, serta komitmen tinggi Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, dinilai sangat aktif “menjemput bola” dengan berkoordinasi langsung ke pemerintah pusat demi memperjuangkan nasib pelaku usaha skala kecil. (Tahrir)

You may also like