Langkah Strategis Gus Fawait Bawa Jember Jadi Kiblat Satu Data Sosial Ekonomi di Jatim

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JAKARTA – Kabupaten Jember kembali mencatatkan langkah strategis di kancah nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait, Jember resmi ditunjuk oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia sebagai pilot project (daerah percontohan) nasional untuk implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta pengembangan penyediaan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulanan.

Penunjukan strategis ini menjadi hasil nyata dari kunjungan kerja Bupati Jember, Gus Fawait, yang didampingi Kepala BPS Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, saat menemui Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, di kantor BPS RI Jakarta pada Selasa, 7 Juli 2026 lalu.

Langkah ini sekaligus mengukuhkan posisi Jember sebagai tolok ukur atau barometer utama bagi seluruh kabupaten di wilayah Tapal Kuda dalam hal tata kelola data pembangunan.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Fawait memaparkan bahwa sebagai salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Timur, Jember masih menghadapi tantangan angka kemiskinan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas mutlak Pemkab Jember melalui pembenahan akurasi data.

Pemkab Jember bergerak cepat dengan melakukan verifikasi lapangan secara masif terhadap 96.489 keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 (kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).

“Verifikasi lapangan ini difokuskan untuk mengecek langsung keberadaan penerima bantuan sosial (bansos). Kita pastikan apakah yang bersangkutan masih hidup, telah meninggal dunia, atau berpindah domisili. Ini sangat krusial agar bansos ke depan benar-benar tepat sasaran,” ujar Gus Fawait.

Bagi warga yang diketahui telah meninggal dunia atau pindah, Pemkab Jember akan langsung menindaklanjutinya dengan penerbitan surat kematian dan pembaruan administrasi kependudukan (adminduk) agar kualitas data daerah semakin bersih dan valid.

Tidak hanya sekadar memvalidasi, Pemkab Jember saat ini tengah merintis sistem Satu Data Terpadu Bansos. Lewat sistem ini, rekam jejak intervensi pemerintah terhadap tiap individu akan terlihat jelas, sehingga jenis bantuan tidak saling tumpang tindih.

Gus Fawait menambahkan, data desil 1 tersebut kini telah dikelompokkan menjadi kategori usia produktif (di bawah 60 tahun) dan usia tidak produktif (60 tahun ke atas).

“Bagi warga miskin di usia produktif, intervensinya bukan cuma bansos, tapi kita arahkan ke pelatihan pekerja migran dan program produktif lainnya agar mereka punya daya saing dan mampu keluar dari garis kemiskinan,” tegasnya.

Selain kemiskinan, keakuratan data ini juga akan diintegrasikan untuk mempercepat penanganan stunting, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), serta peningkatan produktivitas tenaga kerja lokal.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen dan langkah nyata Pemkab Jember. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan DTSEN ini merupakan amanat langsung dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 guna mengintegrasikan berbagai basis data sosial yang dinamis.

Amalia menyebutkan, momentum ini sangat pas dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang tengah berjalan, di mana variabel di dalamnya akan langsung digunakan untuk memperbarui data DTSEN.

“Kami berharap dukungan penuh dari seluruh jajaran Pemkab Jember hingga tingkat RT, RW, desa, dan kecamatan agar tidak ada masyarakat yang terlewat. Kami juga mempersiapkan Jember sebagai pilot project untuk perhitungan PDRB triwulanan. Untuk itu, proses diskusi dan pengumpulan data berkala bersama Pemkab harus terus berjalan,” terang Kepala BPS RI.

Merespons kepercayaan tersebut, Gus Fawait menegaskan komitmen totalnya untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dan proyek percontohan ini. Pemkab Jember siap menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk saling bersinergi, bahkan siap menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati guna mengawal jalannya pendataan di lapangan.

“Kami berkomitmen penuh. Forum koordinasi rutin antara BPS Jember dan Pemkab akan digelar secara berkala untuk mendukung penyediaan data statistik sektoral ini. Jember siap menjadi daerah percontohan nasional yang sukses,” pungkas Gus Fawait. (Adv/Tahrir)

You may also like