Detik-Detik Pasien RSUD Cilacap Nekat Terjun Meski Baju Sempat Tertahan Keluarga

by Ardin
0 comments

Beritabersatu.com, Cilacap – Suasana tenang di RSUD Cilacap mendadak pecah menjadi kepanikan luar biasa pada Rabu siang. Seorang pasien rawat inap berinisial JI (37) nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai tiga ruang perawatan Bougenville.

Meski pihak keluarga sempat melakukan upaya penyelamatan dramatis dengan menarik tubuh korban, takdir berkata lain ketika pegangan mereka terlepas dan hanya menyisakan baju korban yang tertinggal di tangan.

Korban yang merupakan warga Jalan Laban ini sebenarnya baru menjalani perawatan singkat. Berdasarkan catatan medis, ia masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Selasa sore dengan keluhan pusing, sakit perut, dan sesak di ulu hati. Setelah kondisinya sempat terpantau stabil, ia dipindahkan ke ruang rawat inap di lantai tiga pada malam harinya untuk observasi lebih lanjut.

Saksi mata di lokasi kejadian, Bagyo, yang merupakan seorang juru parkir rumah sakit, menceritakan betapa cepatnya peristiwa itu terjadi hingga korban mendarat di area balkon dekat IGD.

“Dari sana ditarik sama saudaranya, tapi nggak kuat, lemas, jatuh ke atas balkon. Begitu jatuh, dia langsung lari ke sini, langsung jatuhnya seperti orang tidur. Kena cor-coran. Katanya pasien belakang. Perawat langsung ambil tindakan dan langsung dibawa ke IGD,” ungkap Bagyo dengan nada gemetar.

Plt Direktur RSUD Cilacap, Hasanudin, membeberkan bahwa sebelum insiden terjadi, sebenarnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Pada pagi hari, dokter penanggung jawab masih melakukan visitasi rutin dan memberikan terapi medis sesuai prosedur. Namun, situasi berubah drastis saat ibu kandung korban datang berkunjung pada siang hari. Di tengah obrolan keluarga, emosi JI tiba-tiba meledak secara tidak terkendali.

Secara spontan, JI memutus selang infusnya sendiri dan berlari kencang menuju jendela. Kakak korban dan penunggu pasien lainnya yang berada di ruangan tersebut sempat berjibaku menahan tubuh JI agar tidak melompat. Namun, karena dorongan yang sangat kuat, upaya tersebut gagal.

“Di dalam kejadian tersebut, kakak korban yang menungguin juga berusaha untuk menolong. Karena kuatnya pasien tersebut, sehingga yang tertarik hanya bajunya. Sehingga pasien tidak bisa tertolong dan jatuh ke lantai dasar di dekat ruang IGD,” jelas Hasanudin saat memberikan keterangan resmi.

Tim medis dan petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi segera mengevakuasi tubuh JI kembali ke ruang IGD untuk mendapatkan penanganan darurat. Sayangnya, benturan keras di area kepala mengakibatkan luka yang terlalu fatal. Setelah upaya resusitasi dan tindakan medis selama 30 menit, tim dokter menyatakan pria berusia 37 tahun tersebut meninggal dunia.

Hasanudin menambahkan detail kondisi terakhir korban sesaat setelah jatuh. “Kondisinya sudah tidak sadar, kemudian tidak ada napas, tidak ada nadi, kemudian keluar darah dari telinga kiri. Kurang lebih jam 13.30 itu pasien dinyatakan meninggal di hadapan keluarga dan juga perawat,” tambahnya.

Kini, area di sekitar lokasi jatuhnya korban telah dipasang garis polisi. Pihak Polresta Cilacap tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami motif di balik aksi nekat pasien tersebut, sementara jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. (Totong, S)

You may also like