PEMALANG,BB– Kepengurusan baru Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun (LPS) secara resmi dikukuhkan. Pengukuhan berlangsung di Balai Rakyat Gedung DPRD Kabupaten Pemalang, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan mengusung tema ‘Solidaritas Pelaut Migran Pemalang, Perlindungan dan Urgensi Penegak Hukum Internasional’ tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan memperjuangkan hak-hak para awak kapal yang bekerja di luar negeri.
Acara tersebut tampak dihadiri Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, Direktur Siber Perlindungan PMI KP2MI Brigjen Pol Nur Ramdhoni, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, Direktur LBH DPP Sarbumisi Dr Muhtar Sa’id, Kepala Disnaker Pemalang Umroni, Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail dan sejumlah jajaran pejabat terkait.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro menyampaikan apresiasi atas hadirnya serikat pelaut LPS dalam memperjuangkan hak-hak bagi para awak kapal migran yang merupakan salah satu kontributor penting bagi ekonomi daerah.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya serikat pelaut LPS dalam memberikan perlindungan hukum dan meningkatkan kualitas hidup bagi para pelaut beserta keluarganya,” ujar Anom.
Menurutnya, Pemalang memiliki kontribusi signifikan dalam penyediaan tenaga kerja migran di sektor kelautan. Para pelaut asal daerah ini bahkan telah menunjukkan kemampuan dan kompetensi yang diakui di tingkat internasional.
Ia mengungkapkan, sejumlah negara seperti Korea Selatan, Taiwan hingga beberapa negara di Eropa telah memanfaatkan tenaga pelaut asal Pemalang. Saat ini, pemerintah daerah juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan salah satu negara di Eropa guna memperluas kesempatan kerja bagi Anak Buah Kapal (ABK) asal Pemalang.
“Ini menunjukkan bahwa pelaut-pelaut Pemalang memiliki kemampuan dan kompetensi yang diakui secara internasional. Hal ini menjadi modal penting bagi kita untuk terus meningkatkan perlindungan bagi mereka,” ujar Anom.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Aris Ismail memberikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan pengurus Laskar Pelaut Sejahtera yang dirangkai dengan diskusi publik. Ia berharap kepengurusan baru mampu memberikan manfaat bagi para anggota sekaligus turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Selamat kepada pengurus yang telah dikukuhkan. Semoga organisasi ini semakin memberikan manfaat bagi para pelaut migran serta berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Pemalang,” kata Aris.
Di sisi lain, Ketua Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Pemalang, Ronggo Warsito, menjelaskan bahwa LPS lahir dari semangat perjuangan para pelaut migran asli Kabupaten Pemalang. Organisasi tersebut menjadi wadah bagi para pelaut untuk saling menguatkan, membantu satu sama lain, serta memperjuangkan hak-hak pekerja laut agar lebih bermartabat.
“LPS lahir dari pengalaman hidup para pelaut migran sendiri dan selama kurang lebih 27 tahun telah tumbuh bersama para pelaut asal Pemalang,” ungkapnya.
Sebagai informasi, sebanyak 30 pengurus LPS dikukuhkan langsung oleh Bupati Pemalang yang diwakili Asisten Administrasi Umum Bagus Sutopo. Pada kesempatan yang sama juga diserahkan donasi sebesar Rp 10 juta dari Lazismu untuk korban banjir bandang di Aceh dan Sumatera Barat yang diterima oleh Bajuri.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi publik bertema Solidaritas Pelaut Migran Pemalang, Perlindungan Pelaut Migran dan Urgensi Penegakan Hukum Internasional, yang menjadi ruang dialog bagi berbagai pihak untuk memperkuat advokasi dan perlindungan bagi pelaut migran Indonesia.(*)