Bulog Tegal Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman saat Ramadan Hingga Lebaran

by Editor Muh. Asdar
0 comments

TEGAL,BB – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tegal memastikan ketersediaan stok beras dan minyak goreng aman selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1447 H. Bahkan, cadangan beras mencukupi hingga wilayah Kabupaten Batang, Pemalang dan Brebes.

Hal ini disampaikan Pemimpin Cabang Perum Bulog Tegal, Agung Rohman usai pelaksanaan rapat koordinasi bersama Kodim, Dinas Pertanian, dan Dinas Perdagangan se-wilayah Tegal, Batang, hingga Brebes yang digelar di Kantor Bulog Tegal, Senin (23/02/26).

Agung menegaskan, stok beras yang dikuasai Bulog Cabang Tegal saat ini mencapai 61 ribu ton, sehingga sangat mencukupi untuk kebutuhan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

“Untuk SPHP tetap berjalan, baik ke pasar, pengecer maupun melalui gerakan pangan murah. Stok beras kami sangat memadai,” ujarnya.

Selain untuk SPHP, kata dia, beras tersebut juga disiapkan untuk program bantuan pangan yang akan segera disalurkan setelah petunjuk teknis diterbitkan.

“Terkait bantuan pangan, jumlah penerima di wilayah Tegal mengalami peningkatan signifikan, dari sekitar 600 ribu menjadi satu juta penerima,” ungkapnya.

Agung mengatakan, setiap penerima akan memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan alokasi. Total komoditas yang disiapkan mencapai sekitar 20 ribu ton beras dan 4 juta liter minyak goreng.

“Untuk minyak goreng, Bulog Tegal memastikan stok dalam kondisi aman. Saat ini tersedia sekitar 272 ribu liter minyak, sementara sejak awal Januari hingga sekarang telah disalurkan sekitar 500 ribu liter ke pedagang pengecer,” terangnya.

Ia pun memastikan pasokan dari produsen berjalan lancar karena adanya penugasan pemerintah, di mana sekitar 35 persen produksi minyak goreng wajib disalurkan melalui BUMN.

Selain menjaga stabilitas pasokan, Bulog Tegal juga bersiap menyerap gabah kering panen (GKP) petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Sinergi dengan TNI melalui Babinsa dan Dinas Pertanian dilakukan untuk memetakan lokasi panen agar penyerapan dapat optimal.

Gabah yang diserap nantinya akan digiling melalui mitra penggilingan, lalu beras hasilnya disimpan kembali di gudang Bulog sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Cadangan beras tersebut juga dimanfaatkan untuk penanganan bencana. Sejumlah daerah seperti Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Tegal telah mengajukan penggunaan CBP dan telah mendapat persetujuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Penyaluran tahap pertama di Kota Pekalongan mencapai 12 ton dan tahap kedua 52 ton, sementara Kabupaten Pekalongan 9 ton, Kabupaten Pemalang 13 ton, dan Kabupaten Tegal 12 ton,” ungkap Agung.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bulog, Marga Taufik, bersama dinas terkait, Satgas Pangan Polres, dan Kodim melakukan pemantauan harga di pasar tradisional maupun ritel modern di Kota Tegal, Selasa (24/02/26).

Hasil monitoring menunjukkan harga masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni beras medium Rp13.500 per kilogram, beras premium Rp14.900 per kilogram, dan minyak goreng Rp15.700 per liter.

“Dengan kolaborasi lintas sektor, Bulog optimistis stabilitas harga dan pasokan pangan di wilayah Tegal dan sekitarnya tetap terjaga hingga Lebaran,” tandasnya.

Sebagai informasi, rapat koordinasi tersebut, terdapat dua agenda utama yang dibahas, yakni stabilisasi harga dan pasokan pangan selama Ramadan dan Lebaran, serta persiapan optimalisasi penyerapan gabah petani menjelang musim panen Maret mendatang.(*)

You may also like