Beritabersatu.com, Blitar – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan WR Supratman, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, memberikan klarifikasi terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa sayur nangka muda atau tewel yang sempat menuai sorotan publik dan mendapat protes dari sejumlah wali murid.
Kepala SPPG WR Supratman, Bagus Wahyu Pamungkas, menegaskan bahwa pemilihan menu tersebut bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan merupakan implementasi dari anjuran Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penyajian menu tradisional dalam program MBG.
“Sesusai dengan anjuran BGN, menu tersebut sebenarnya adalah menu tradisional gudeg. Secara perhitungan dari ahli gizi, juga sudah sesuai ketentuan. Proteinnya bukan hanya dari telur, tapi juga dari susu. Sedangkan seratnya, itu dari sayur tewel tersebut,” ungkap Bagus kepada awak media, Kamis malam (12/2/2026).
Ia menambahkan, setiap menu MBG yang disajikan oleh SPPG WR Supratman telah melalui proses verifikasi dan perhitungan ahli gizi profesional, sehingga kandungan gizinya telah memenuhi standar asupan yang ditetapkan pemerintah. Mulai dari kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, hingga serat, semuanya disusun berdasarkan pedoman resmi program MBG.
Selain menyoroti aspek gizi, Bagus juga menegaskan bahwa dari sisi kebersihan dan sanitasi, SPPG WR Supratman telah mengantongi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sejak Desember 2025.
“Kami mungkin jadi SPPG pertama di Kota Blitar yang punya SLHS, karena sudah terbit SLHS-nya sejak bulan Desember 2025 lalu,” paparnya.
Meski demikian, Bagus menegaskan pihaknya tidak menutup diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian publik, yakni persoalan tumpukan sampah di halaman depan SPPG, diakui sebagai bahan evaluasi serius.
Ia memastikan bahwa pihak SPPG telah merencanakan pembangunan tempat pembuangan sampah berukuran besar yang lebih layak serta dilengkapi dengan penutup, guna mencegah bau tidak sedap dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Sudah kami rencanakan untuk membangun tempat sampah yang besar dengan penutup. Namun saat ini masih menunggu pengerjaan dari pihak kontraktornya. Untuk sementara, sampah yang menumpuk akan kami bersihkan secara rutin setiap harinya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bagus menegaskan komitmen SPPG WR Supratman untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan, baik dari sisi menu, pelayanan, kebersihan, maupun manajemen operasional. Evaluasi tersebut dilakukan setiap hari sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga kualitas pelaksanaan program MBG.
“Kami berkomitmen untuk terus berbenah. Setiap masukan dari masyarakat akan kami jadikan bahan evaluasi agar kualitas menu MBG semakin baik. Ini adalah program andalan pemerintah pusat, dan kami ingin ikut menyukseskannya dengan pelayanan yang maksimal dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Dengan klarifikasi tersebut, SPPG WR Supratman berharap masyarakat dapat memahami bahwa menu MBG yang disajikan telah melalui standar gizi dan sanitasi yang ketat, sekaligus membuka ruang dialog demi perbaikan pelayanan ke depan. (Zan)