Dihantui Habitat Buaya dan Arus Liar, Pencarian Remaja Pemburu Biawak di Sungai Tanggul Masih Nihil

by Ardin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JEMBER — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Iqbal Khoirul Anwar (19), remaja asal Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, yang dilaporkan hilang di Sungai Tanggul, Dusun Paseban, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, memasuki hari kedua pada Minggu (18/01/2026). Meski pencarian telah dilakukan secara intensif oleh tim gabungan, keberadaan korban hingga kini masih belum ditemukan.

Peristiwa nahas ini bermula pada Sabtu (17/1) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Iqbal saat itu sedang berburu biawak bersama sekitar 14 rekannya. Nahas, saat mengejar buruannya hingga ke tengah sungai, korban diduga mengalami kram otot yang membuatnya kehilangan kendali dan tenggelam. Upaya pencarian mandiri oleh warga sempat dilakukan, namun karena tidak membuahkan hasil, kejadian ini segera dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banyuwangi.

Sejak dimulainya operasi hari kedua pada pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan yang dikoordinasikan melalui Pos SAR Jember langsung membagi kekuatan menjadi beberapa sektor. Strategi pencarian dilakukan secara komprehensif, mencakup penyisiran darat dan air.

Untuk memaksimalkan pencarian di area sekitar lokasi kejadian (LKM), tim darat menggunakan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye. Alat ini berfungsi memetakan objek di bawah permukaan air guna mempercepat deteksi keberadaan korban. Sementara itu, tim air menggunakan perahu Landing Craft Rubber (LCR) untuk menyisir alur sungai sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jember, Edi Budi Susilo, menegaskan bahwa seluruh sumber daya telah dikerahkan sepenuhnya. “Kami bersama tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dengan semangat kebersamaan dan kemanusiaan. Berbagai metode pencarian kami lakukan, baik darat maupun air. Meski kondisi sungai cukup menantang, kami tetap berkomitmen penuh hingga korban berhasil ditemukan,” ungkapnya.

Operasi pencarian ini tidak berjalan tanpa hambatan. Tim di lapangan harus berhadapan dengan berbagai rintangan teknis dan alamiah. Selain banyaknya perahu nelayan yang bersandar di tepi sungai yang menghambat pergerakan LCR, kontur sungai yang beragam dan penuh rintangan bawah air menjadi kendala utama.

Hal yang paling diwaspadai oleh personel SAR adalah keberadaan habitat buaya di sekitar lokasi pencarian. Faktor keamanan personel menjadi pertimbangan krusial dalam menentukan metode penyisiran. Selain itu, kondisi cuaca yang fluktuatif, cerah pada pagi hari namun diguyur hujan deras pada sore hari, turut mempersulit jarak pandang dan arus sungai.

Kepala Basarnas, Agung Prasetyo, menyatakan bahwa evaluasi harian terus dilakukan untuk menyesuaikan strategi dengan kondisi lapangan. “Pencarian hari kedua memang belum membuahkan hasil, namun semangat tim tidak surut. Kami terus melakukan evaluasi dan menyusun strategi pencarian setiap harinya. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi sungai yang memiliki banyak rintangan,” jelas Agung.

Adapun operasi besar ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak.Unsur yang terlibat meliputi, Tim Rescue Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polairud Jember dan Polsek Kencong, Koramil Kencong serta Koramil Puger, Pos AL Puger, MDMC Jember, relawan rescue, mahasiswa, serta masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan pada Minggu sore, status Iqbal Khoirul Anwar masih dalam pencarian (DP). Mengingat hasil yang masih nihil, operasi SAR dihentikan sementara saat menjelang malam dan dipastikan akan dilanjutkan kembali secara lebih luas pada Senin pagi besok. Tim SAR gabungan tetap optimis dan berkomitmen melakukan upaya terbaik untuk membawa korban kembali ke pihak keluarga. (Tahrir)

You may also like