Pasang Badan untuk Petani, Bupati Ratnawati Pacu Rehabilitasi 36 Jaringan Irigasi

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI — Langkah tegas dan berpihak pada rakyat kecil kembali ditunjukkan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif. Tak ingin membiarkan para petani menjerit akibat kelangkaan air, ia menginstruksikan percepatan rehabilitasi 36 titik jaringan irigasi rusak melalui program SIPURI Tahap I Tahun Anggaran 2026.

Intruksi tersebut disampaikan langsung oleh Hj. Ratnawati Arif saat membuka Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Senin (31/8/2026). Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa infrastruktur pertanian tidak boleh dikerjakan asal-asalan dan wajib tepat sasaran.

“Jaringan irigasi merupakan infrastruktur vital. Ini mengamanatkan kita semua untuk bergerak cepat. Tidak ada lagi irigasi rusak yang dibiarkan berlarut-larut. Petani harus mendapatkan air yang cukup, tepat waktu, dan adil,” tegas Hj. Ratnawati Arif di hadapan para pejabat teknis dan stakeholder yang hadir.

Ia menekankan bahwa penentuan 36 titik lokasi rehabilitasi harus murni berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar formalitas di atas kertas. Untuk memastikan proyek ini berjalan transparan dan berdaya guna tinggi, Bupati mengajak seluruh elemen—mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, jajaran TNI-Polri, pihak kecamatan, hingga Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A)—untuk berkolaborasi aktif mengawal pekerjaan fisik di lapangan.

“Kunci utamanya ada pada koordinasi. Kita harus memastikan program ini benar-benar menyelesaikan masalah mendasar yang dihadapi para petani kita,” tambahnya.

Langkah responsif Bupati ini disambut optimis oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai. Kepala Dinas PUPR Sinjai, H. Haris Ahmad, mengonfirmasi bahwa alokasi 36 titik jaringan irigasi ini dirancang khusus untuk memulihkan kapasitas aliran air ke lahan-lahan pertanian produktif.

Komitmen kuat Hj. Ratnawati Arif dalam memperjuangkan hak-hak petani ini menjadi sinyal positif bagi penguatan sektor pertanian lokal. Lewat pengawasan ketat dan perbaikan infrastruktur yang merata, Pemkab Sinjai optimistis mampu mendongkrak hasil panen sekaligus memperkokoh Sinjai sebagai salah satu lumbung ketahanan pangan utama di Sulawesi Selatan. (Adv)

You may also like