BERITABERSATU.COM, SINJAI – Pagi itu, udara dingin khas Kecamatan Sinjai Barat masih menyelimuti Desa Bonto Salama. Namun, di dalam ruang kelas SD Negeri No. 137 Tengalembang, kehangatan justru memancar dari wajah puluhan orang tua dan anak-anak. Ada gurat lega di wajah para ibu, dan binar penuh harap di mata anak-anak sekolah dasar tersebut.
Jumat, 17 Juli 2026, bukan sekadar hari menjelang akhir pekan biasa bagi warga setempat. Hari itu adalah babak baru bagi keberlanjutan mimpi anak-anak di pelosok Sinjai Barat. Kehadiran Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai bersama Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ahmad Fauzan Guntur, membawa angin segar bernama Program Indonesia Pintar (PIP).
Menjangkau wilayah pelosok dengan topografi berbukit seperti Sinjai Barat bukanlah perkara mudah. Namun, bagi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, dan legislator Sulsel, Ahmad Fauzan Guntur, jarak dan medan bukanlah sekat untuk memastikan hak pendidikan anak bangsa terpenuhi.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa urusan pendidikan di ‘Bumi Panrita Kitta’ julukan Kabupaten Sinjai, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Eksekutif dan legislatif harus berjalan seiring sejalan.
Hadirnya jajaran pengawas satuan pendidikan, para kepala sekolah dari Gugus 20 SD, hingga tokoh masyarakat setempat, mempertegas satu hal: seluruh elemen masyarakat berkomitmen penuh mengawal masa depan anak-anak mereka.
Bagi sebagian orang, nominal bantuan tunai mungkin terlihat biasa. Namun bagi keluarga yang membutuhkan di Desa Bonto Salama, bantuan PIP adalah penyelamat. Ia adalah jaminan bahwa sepatu yang mulai jebol bisa diganti, buku tulis yang habis bisa dibeli, dan seragam yang mulai kekecilan bisa diperbarui. PIP hadir sebagai penyangga agar tidak ada lagi anak yang terpaksa meletakkan pulpennya hanya karena kendala biaya.
Apresiasi mendalam pun mengalir dari Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib. Ia memuji kepekaan sosial dan pengawalan ketat yang dilakukan oleh Ahmad Fauzan Guntur beserta Komisi E DPRD Sulsel terhadap dunia pendidikan di Sinjai.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan melalui Program Indonesia Pintar ini. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak-anak kita, sehingga mereka semakin termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi,” ujar Irwan dengan nada optimis.
Di sela-sela penyerahan bantuan, sebuah pesan mendalam dititipkan kepada para orang tua murid. Pendidikan, di mata Irwan Suaib, bukanlah pengeluaran yang sia-sia, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang hasilnya baru akan dituai beberapa tahun ke depan saat anak-anak ini tumbuh menjadi pemimpin bangsa.
Oleh karena itu, ia berpesan dengan sangat agar dana PIP ini digunakan tepat sasaran.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, mari kita bersama-sama memastikan anak-anak kita tetap bersekolah, belajar dengan baik, dan memanfaatkan bantuan ini murni untuk kepentingan pendidikan mereka,” tambah Irwan mengingatkan.
Melalui sinergi yang solid di SD Negeri No. 137 Tengalembang, sebuah pesan kuat telah dikirimkan ke seluruh pelosok daerah: bahwa di Sinjai, tidak boleh ada anak yang tertinggal.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD Provinsi, dan pihak sekolah ini diharapkan terus berlanjut dan meluas. Sebab, mengamankan asa anak bangsa lewat pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan adalah cara terbaik untuk memastikan Bumi Panrita Kitta tetap melahirkan generasi emas di masa depan.
Saat matahari mulai meninggi di langit Sinjai Barat, langkah kaki anak-anak itu terasa lebih ringan. Di tangan mereka, ada secercah harapan yang baru saja diamankan. (Ads)