BERITABERSATU.COM, JEMBER — Kinerja keuangan di wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jember menunjukkan hasil memuaskan. Hingga 31 Juli 2025, realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Jember dan Lumajang telah melampaui angka 50 persen, mengindikasikan serapan anggaran yang efektif dan cepat.
Dalam konferensi pers yang diadakan di kantor KPPN Jember, jumat (8/8/2025). Kepala KPPN Jember, Teguh Irwono, menjelaskan rincian realisasi anggaran tersebut. Ia menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kinerja baik kedua kabupaten dalam mengelola dan memanfaatkan dana APBN.
Secara keseluruhan, realisasi belanja negara di wilayah KPPN Jember telah mencapai Rp3,9 triliun dari total pagu Rp7,01 triliun, atau setara dengan 56,72 persen. Angka ini terbagi dalam dua pos utama yakni, Belanja Pemerintah Pusat: terealisasi 52,91 persen atau senilai Rp1,15 triliun dari pagu Rp2,18 triliun. Dan Transfer ke Daerah (TKD): terealisasi 56,99 persen atau senilai Rp2,75 triliun dari pagu Rp4,83 triliun.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa dana APBN telah tersalurkan secara optimal untuk mendukung berbagai program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Khusus untuk Kabupaten Jember, Teguh Irwono menyoroti realisasi Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp1,79 triliun atau 58,64 persen dari total pagu. Kabar baiknya, realisasi Dana Desa juga menunjukkan angka yang sangat tinggi. Hingga 31 Juli 2025, KPPN Jember telah mencairkan Rp251 miliar dari pagu Rp321 miliar, yang setara dengan 78,44 persen.
“Kami telah merealisasikan dana desa tahap kedua kepada 112 desa di Kabupaten Jember,” ujar Teguh, menunjukkan komitmen KPPN untuk mempercepat penyaluran dana hingga ke tingkat paling bawah.
Meskipun sebagian besar pos menunjukkan realisasi tinggi, Teguh juga mencatat bahwa realisasi Dana Bagi Hasil masih perlu didorong. Saat ini, pos tersebut baru terealisasi sebesar Rp95,96 miliar atau 40,01 persen.
Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk terus meningkatkan serapan anggaran demi pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Jember dan Lumajang. (Tahrir)