LUTRA, BB — Ancaman Banjir bandang masih menghantui masyarakat yang ada di wilayah bantaran sungai Kula Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam postingannya di grup Landas (Lembaga Nasional Daerah Aliran Sungai) Luwu Utara Ahmad selaku Kabid Dinas Lingkungan Hidup menuturkan bahwa foto dokumentasi tumpukan kayu tersebut berdasarkan hasil survei beberapa hari yang lalu.
“Foto tersebut benar adanya, maka dari itu mewakili pemerintah saya baru mau menyusun dokumentasi tersebut untuk bagaimana ini menjadi peringatan,” terang Ahmad
Kabid Dinas Lingkungan Hidup Lutra ini melanjutkan bahwa kalau solusi terkait masalah tersebut seharusnya pemerintah Kabupaten dan Provinsi lakukan kerjasama
”Harusnya peduli bagian hulu sebelum kepedulian itu jatuh di bagian hilir dan muara dan jauh lebih baik jika dikerjakan bersama (Komprehensif),” jelasnya kepada media beritabersatu.com, minggu (4/4/2021)
“Langkah yang ditawarkan adalah melakukan pembongkaran atau penguraian tumpukan agar tidak membentuk bendungan alam. Bisa juga melakukan pemotongan kayu yang berukuran panjang menjadi potongan kecil supaya tidak gampang menjadi penghambat saluran air di badan sungai,” papar Ahmad selaku Kabid Dinas Lingkungan Hidup Lutra
Selain itu Ahmad yang juga jebolan Geologi Universitas Hasanuddin tersebut memperkirakan potensi banjir bandang mungkin tidak sebesar saat kejadian tanggal 13 juli 2020 yang lalu. Namun dengan perubahan tingginya permukaan air akibat pendangkalan bisa menjadi pemicu meluapnya air dalam area yang lebih luas.
“Perlu kewaspadaan kita semua, terutama saat curah hujan yang cukup tinggi di bagian hulu dan juga cukup lama. Ancaman tumpukan kayu ini memang seharusnya diantisipasi secara dini, karena hingga saat ini belum ada perubahan mendasar terkait pendangkalan. Dalam kondisi seperti ini kita semua harus tetap waspada dan saling mengingatkan,”
“Dan yang menjadi saran kami setelah melihat kecepatan aliran yang saat ini tinggi sekali dan menjadi media transportasi sedimen pasir ke arah Kota Masamba,” pungkasnya. (Kaisar)