BONE, BB — Selama sembilan tahun lebih warga di dusun Samarenu, Desa Cenrana, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, merasakan ketidak nyamanan dalam menikmati aliran listrik yang selayaknya.
Padahal tiang dan instalasi listrik sudah tersambung, namun yang menjadi keluhan warga selama kurang lebih sembilan tahun itu, yakni aliran listrik tidak pernah stabil, lampu redup, bahkan nyaris semua peralatan elektrik tak bisa digunakan.
Seperti yang dirasakan seorang warga Desa Cenrana, bernama Ariani Arif, kepada beritabersatu.com, mengatakan jika selama dirinya tinggal di Cenrana, mulai dari tahun 2011 ia mengaku tidak pernah mengalami yang namanya kepuasan memakai listrik.
Bahkan pada tahun 2017 Ani ke Patangkai untuk daftar pengambilan kwh, kwh itu akunya sudah dilunasi tapi sampai sekarang belum juga dipasang dengan alasan daerah disitu tidak layak untuk pemasangan.
“Sudah ada aliran listrik, tapi redup lampunya biar siang kita kasi jalan mesin air itu tidak bisa. Kami di sini mengeluhkan tidak bisa pake kulkas karena tegangan rendah. Bahkan, saya sudah ambil kwh yang sudah saya bayar, tapi dikembalikan ke Patangkai sampai sekarang belum dipasangkan dan uang saya juga belum di kasi kembalikan,” Keluh Ani.
Terkait dengan keluhan warga tersebut, Humas UP3 PLN Cabang Bone, Kurnia Aji Tritamtama dikonfirmasi beritabersatu.com, rabu 29 April 2020, meminta masyarakat untuk membuat surat tertulis yang isinya keluhan warga, kemudian dikirim ke UP3 Watampone, alamatnya dijalan Sudirman (Jalan Biru,red), lalu dijelaskan saja apa keluhannya.
“Jadi kalau ada surat atau seperti itu kami punya pegangan untuk menindak lanjuti,” jelasnya.
Ditanya soal surat ke UP3 dengan dilampirkan foto-foto lampu redup, Mas Aji mengatakan itu malah lebih bagus dan kuat buktinya, untuk nantinya ditindak lanjuti. “Untuk lebih bagusnya dituliskan juga berapa KK, kalau banyak warga didusun itu, biar nanti Kadus dan kalau lebih luas misalnya satu desa biar Kades fasilitasi untuk disampaikan ke kami,” tandasnya. (Amry Amas)