SINJAI, BB — Pertemuan lintas sektor untuk membahas peningkatan pelayanan RSUD Sinjai diruang aula lantai 2 RSUD Sinjai, dirut RSUD dicecar pertanyaan “pedas” oleh peserta yang hadir, kamis (12/12/19)
Betapa tidak, dari sekian jumlah permasalahan yang mencuat dalam pelayanan di RSUD Sinjai ini adalah terkait pengadaan perban anti air yang dibutuhkan oleh pasien yang baru saja menjalani operasi persalinan.
Menurut Syamsuddin, salah satu peserta yang hadir, bahwa pernah terjadi, seorang pasien peserta asuransi yang telah menjalani operasi saat mengalami persalinan, namun perban yang dibutuhkan oleh pasien tersebut tidak ada di apotik RSUD Sinjai.
“Pernah terjadi, ada seorang pasien yang baru saja menjalani operasi persalinan, namun sangat disayangkan karena perban anti air yang dibutuhkan oleh si pasien ini tidak ada di apotik RSUD Sinjai. Sehingga saat itu, pihak keluarga pasien terpaksa membeli perban diluar RSUD Sinjai. Padahal pasien ini adalah peserta asuransi,” kata Syamsuddin.
Tak hanya itu, kritikan dan saran
persoalan fsikologis pasien seperti fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh pasien dalam kamar perawatan juga dilontarkan oleh Camat Sinjai Utara, Andi Jefriyanto Asapa.
Menurut Jefriyanto, bahwa pihak rumah sakit sebaiknya tidak hanya memikirkan tentang status peningkatan type saja. Namun tetapi juga harus memperhatikan persoalan-persoalan fsikologis pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Sinjai.
“Sebaiknya pihak RSUD tidak hanya mementingkan atau memikirkan tentang status peningkatan type saja. Namun tetapi, juga harus memperhatikan persoalan-persoalan fsikologis pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Sinjai. Saya sendiri pernah mengalaminya saat saya dirawat di RSUD Sinjai ini. Untuk membuang sampah saja, saya harus menyediakan kantong plastik, lantaran diruangan VIP tempat saya dirawat tidak ada tempat sampahnya. Belum lagi masalah kelengkapan kamar mandi, dan pengaturan parkiran, untuk apa tipenya naik tingkat kalau pelayanannya masih dikeluhkan,” ungkap Jefriyanto.
Selain itu, lanjut Jefriyanto, bahwa terkait transfusi darah memang sudah ada di RSUD Sinjai, namun kerap kali masih ada suara-suara sumbang bahwa pasien RSUD Sinjai masih membutuhkan bantuan donor darah.
“Secara pribadi kami ikut bertanggung jawab dalam memberikan saran dan kritikan demi untuk peningkatan pelayanan RSUD Sinjai, karena menurut saya ini merupakan kebaikan untuk kita semua,” jelasnya.
Sementara itu, Dirut RSUD Sinjai, Dr.Amaluddin, didepan para peserta yang hadir mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh pihaknya sudah sesuai dengan SOP kementerian kesehatan.
Meski demikian, Dr.Amaluddin dengan tegas menyampaikan bahwa khususnya pemberian resep obat terhadap pasien peserta asuransi, harus sesuai formularium. Dan apabila tidak, maka itu merupakan pelanggaran.
“Jadi mengenai pemberian resep obat terhadap pasien, harus sesuai formularium yang sesuai kementerian kesehatan, apabila tidak, itu sangat melanggar. Dan mengenai masalah perban itu, nanti kita cek kebenarannya,” kata Amaluddin.
“Khususnya untuk peserta asuransi tidak boleh mengeluarkan uang satu sen pun untuk membeli mendapatkan obat. Boleh dikata kami haramkan kalau ada pasien peserta asuransi yang membeli obat. Dan apabila ada obat yang tidak ada di apotik kami, itu faktor distributor dari perusahaannya lagi kosong. Pihak RSUD Sinjai siap membantu memfasilitasi pasien untuk mencarikan obat yang dibutuhkan oleh pasien,” jelas Dr Amaluddin.
Amaluddin juga tidak menampik bahwa pihaknya akan terus berbenah untuk kemajuan RSUD Sinjai, baik dari sisi pelayanan, kebersihan, dan pengadaan obat serta pembangunan ruangan dan gedung, serta penataan tempat parkir. (Joe)