PAREPARE — Keluhan demi keluhan silih berganti berdatangan dari pasien dan keluarga pasien sejak diberlakukannya pengambilan Surat Rujukan dari Puskesmas ditempat pasien berdomisili.
Keluhan ini rata-rata banyak yang berasal dari pasien Luar Daerah atau Luar Kota Parepare.
Hasni, salah satu pasien yang datang hendak berobat di RSUD A Makkasau Parepare mengungkapkan, jika dirinya menderita penyakit paru-paru, namun Ia ditolak dan diharuskan masuk jalur umum, karena tidak memiliki surat rujukan dari puskesmas tempat asalnya di Polmas.
“Kata perawat disini, itu sudah sistem dari BPJS, jadi seluruh pasien diharuskan membawa surat rujukan dari puskesmas, jadi terpaksa kami pulang dan tidak jadi berobat,” ungkapnya.
Hal senada juga di ungkapkan salah satu pasien, Rumah Sakit Fatima Kota Parepare, Tajuddin. Ia mengaku baru tau kalau sudah diberlakukan sistem pengambilan Surat Rujukan dari puskesmas, dimana kata dia, biasanya tidak seribet itu.
“Jujur sistim dari BPJS ini betul-betul menyulitkan kami selaku pasien yang berasal dari luar daerah,” kesalnya.
Bahkan Ia juga sempat meminta kebijakan dari pihak RS.Fatima agar dapat berobat, sembari menunggu untuk mengambil surat rujukan, namun pihak RS.Fatima menolak dan bersikeras untuk mengurus dan mengambil surat rujukan dulu.
“Ini betul-betul ribet, apalagi kami rakyat kecil yang hanya mengandalkan kartu BPJS, belum lagi jarak ke Rumah Sakit ini lumayan jauh,” ungkap Tajuddin, salah satu pasien yang berasal dari Kabupaten Barru itu.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa jika sistem dari BPJS untuk memberlakukan seluruh pasien membawa surat rujukan apabila ingin berobat kerumah sakit, seharusnya pihak BPJS mengadakan sosialisasi kepada masyarakat, karena masih banyak masyarakat yang belum tau kalau sistem ini sudah diberlakukan.
“jangan nanti pasien sudah berada di Rumah Sakit baru diminta Surat Rujukannya, kasihan kami yang sudah sakit di tambah pusing lagi dengan ketidak tahuan dengan adanya aturan ini, apalagi kalau penyakitnya parah dan pihak Rumah Sakit tidak memberi kebijakan,” Tandas Tajuddin, pasien penderita penyakit jantung ini. (Udin)
Editor : Supardi