Foto: Anggota Satlantas Polres Magelang Iptu Aris mengamabkan TKP Lakalantas (Dok. M. Rahmat)
JATENG, BB – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kali ini terjadi pada Selasa (5/5/2020) pagi di Jalan Raya Talun – Sedayu, Muntilan.
Seorang petugas sampah di lingkungan Desa Sedayu, nyaris kehilangan nyawanya di lokasi kejadian setelah ditabrak penjual sayur keliling yang melaju kencang.
Dari lokasi kejadian perkara (TKP), teridentifikasi korban bernama Rohmat (55), warga RT.04 Sedayu I, Kecamatan Muntilan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.15 Wib. Keterangan sejumlah saksi saksi mata mengatakan, saat itu korban berjalan kaki sambil mendorong gerobak sampah karena hendak mengambil sampah di rumah-rumah warga.
Namun saat bersamaan, muncul sepeda motor dengan nomor polisi B 4815 BEU yang dikendarai oleh Joko Susilo Nugroho (22) melaju dari arah selatan menuju Talun dengan kecepatan tinggi.
Tabrakan pun tak dapat terhindarkan. Korban jatuh ke aspal tepat di depan salah satu toko sembako warga. Beruntung, saat kejadian tak berselang lama anggota Satlantas Polres Magelang Iptu Aris, segera datang di TKP bersama anggotanya sehingga korban bisa segera dievakuasi ke RSUD Muntilan.
“Kondisi korban belum diketahui pasti. Tapi sudah kita bawa ke RSUD karena korban mengalami luka robek di bagian pelipis kiri dan lengan kiri luka hingga mengeluarkan banyak dara,” ujar Iptu Aris di TKP.
Sementara pengendara sepeda motor, Joko, warga Dusun Batur, Desa Wonolelo RT 02 RW 08 Kecamatan Sawangan, Magelang hanya mengalami luka lecet bagian jari dan lutut serta kaki akibat terbentur ke toko sembako di TKP.
Joko sendiri diketahui adalah pedagang sayur keliling. Saat kejadian dia hendak menuju pulang ke rumahnya setelah barang jualannya habis terjual.
Saat berita ini ditulis, anggota Satlantas masih berada di TKP untuk melakukan penanganan kejadian ini.
Sedangkan sepeda motor yang kendarai Joko untuk membonceng keranjang sayuran, kini dibawa ke Polres Magelang bersama gerobak sampah milik korban. (M. Rahmat)