JAKARTA,BB — Memasuki bulan suci ramadhan Bulog memperkirakan harga telur ayam akan sulit dikendalikan selama masa Ramadan atau Idul Fitri 2019. Meski tidak mengungkapkan alasannya, Budi menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan antisipasi.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, mengatakan proses antisipasi tersebut adalah dengan membeli telur ayam para produsen yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun begitu, lagi-lagi dia belum mau menyebutkan secara rinci besaran pembelian itu.
“Saya bilang kemungkinan mungkin telur. Tapi kita sudah berusaha, karena peternak ayam petelur sudah siap juga. Dan kita sudah kerjasama dengan para peternak telur ayam, kita sudah membeli mereka, sudah pesan lah,” kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu, 5 Mei 2019.
Dengan cara itu, Budi mengatakan bahwa harga telur ayam bisa dikendalikan sebagaimana harga telur yang ada saat ini. Berdasarkan data Informasi Pangan Jakarta (IPJ) telur ayam hari ini rata-rata dibandrol seharga Rp26 ribu/kg di berbagai pasar se-DKI Jakarta.
Harga itu melonjak dari harga yang dibanderol pada 30 April 2019 sebesar Rp24.574/kg. Sementara itu berdasarkan harga pasar di Pasar Induk Kramar Jati, harga telur ayam dipatok sebesar Rp25.000/kg.
“Kita berusaha seperti hari ini. Belinya kan hari ini, jadi kita akan jualnya seperti hari ini,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional itu.
Selain harga telur, Budi memastikan bahwa untuk komoditas pangan lainnya akan tetap terkendali. Sebab, stok pangan seperti daging ayam, kerbau, sapi, jagung hingga beras dipastikannya aman di gudang pendingin Bulog untuk operasi pasar, sehingga tidak akan terjadi kenaikan harga yang sulit dikendalikan untuk komoditas-komoditas tersebut.
“Pokoknya kita pantau bersama-sama dengan kementerian terkait. Begitu ada kenaikan di satu wilayah, kita akan langsung turun (operasi pasar),” tandasya.
Sumber: VIVA.co.id
Editor: Muh. Asdar